Kota Serang, Banten – MediaViral.net
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, peringatan keras disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Furtasan Ali Yusuf, dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kecerdasan artifisial (AI). Bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ia menegaskan bahwa di balik kemudahan AI, tersimpan potensi ancaman serius jika tidak dipahami dengan benar.
Kegiatan yang digelar di Hotel Puri Kayana, Kota Serang, Minggu (5 April 2026), dihadiri organisasi kepemudaan (OKP) serta insan media dari Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kota Serang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam penyampaiannya, Furtasan Ali Yusuf menyoroti dua sisi tajam dari teknologi AI: membantu, tetapi juga bisa menjerumuskan.
“AI memang memudahkan, tetapi jika tidak dibarengi pemahaman, kita bisa kehilangan kendali. Jangan sampai kita yang diperintah oleh teknologi,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI tidak hanya soal kecanggihan, tetapi juga menyangkut etika, hukum, dan keamanan data yang kerap diabaikan masyarakat.
“Masalah terbesar bukan teknologinya, tetapi bagaimana manusia menggunakannya. Jika data bocor atau disalahgunakan, dampaknya bisa sangat berbahaya,” ujarnya.
Nada serupa disampaikan narasumber Hanapi Ahmad Subrata Lubis, S.Kom., yang menegaskan bahwa AI saat ini telah menyusup ke hampir seluruh aspek kehidupan digital masyarakat.
Ia mencontohkan bagaimana platform seperti YouTube, TikTok, Instagram, hingga Facebook diam-diam “mempelajari” kebiasaan pengguna.
“Tanpa kita sadari, AI sudah membaca apa yang kita suka, apa yang kita cari, bahkan apa yang kita pikirkan. Ini yang harus kita waspadai,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat harus memahami cara kerja AI agar tidak terjebak dalam ketergantungan berlebihan.
“Kita harus mengendalikan AI, bukan sebaliknya. Kalau tidak, kita bisa terkecoh oleh kecanggihannya sendiri,” katanya.
Dalam forum tersebut juga disinggung aspek hukum yang menjadi fondasi penggunaan teknologi, termasuk regulasi terkait perlindungan data pribadi. Hal ini dianggap krusial, mengingat potensi kebocoran dan peretasan data semakin mengintai di era digital.
Kegiatan bimtek ini pun menjadi semacam “alarm” bagi masyarakat bahwa era digital tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga risiko besar jika tidak diimbangi dengan literasi yang memadai.
Acara berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab yang menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Namun satu pesan yang paling membekas: di era AI, yang lengah akan tertinggal—bahkan bisa dikendalikan. (Tim/Red)









