Kepala SDN 15 Kayuagung Diduga “Jarang Ngantor”, Publik Soroti Bau Tak Sedap Pengelolaan Dana BOS

Minggu, 5 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kayuagung, OKI, Sumatera Selatan – MediaViral.net

Dunia pendidikan di Kayuagung kembali tercoreng. Kepala SDN 15 Kayuagung, Masnarani, menjadi sorotan tajam publik setelah diduga jarang berada di kantor dan tidak transparan dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Dugaan ini bukan sekadar persoalan kedisiplinan. Sejumlah sumber di lapangan mengungkap adanya indikasi yang lebih serius, yakni potensi penyalahgunaan wewenang hingga dugaan korupsi anggaran sekolah.

banner 600x600

Minimnya kehadiran kepala sekolah disebut berdampak langsung pada lemahnya pengawasan penggunaan anggaran. Padahal, dana BOS yang dikelola merupakan uang negara yang diperuntukkan bagi peningkatan kualitas pendidikan.

Ironisnya, informasi terkait penggunaan anggaran dinilai tertutup. Masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan kejelasan mengenai aliran dana yang seharusnya dapat diakses secara terbuka.

Baca Juga :  Polres Kobar Menggelar Ramah Tamah Dengan Insan Pers di Aula Satya Haprabu

“Kalau benar ada penyalahgunaan wewenang, ini bukan lagi pelanggaran biasa. Ini bisa masuk ranah hukum,” tegas Siti Aisyah, warga yang aktif mengawasi penggunaan anggaran publik.

Siti juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana pendidikan. Menurutnya, setiap rupiah yang berasal dari uang rakyat wajib dipertanggungjawabkan secara jelas dan terbuka.

Situasi ini semakin memprihatinkan karena Masnarani diketahui menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Kayuagung. Posisi tersebut seharusnya menjadi teladan bagi kepala sekolah lain, bukan justru memicu polemik.

“Kalau pemimpinnya saja diduga tidak disiplin dan tidak transparan, bagaimana dengan yang lain? Ini bisa merusak sistem pendidikan secara keseluruhan,” tambah Siti.

Masyarakat pun mulai geram. Mereka mendesak Dinas Pendidikan serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan audit dan investigasi menyeluruh.

Baca Juga :  Ketua Kesti TTKDH Lampung Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang May Day 2026

“Jangan sampai ini dibiarkan berlarut-larut. Jika terbukti, harus ada sanksi tegas. Ini uang rakyat, bukan milik pribadi,” ujar seorang warga Kayuagung dengan nada kesal.

Sebagai informasi, pengelolaan dana BOS telah diatur secara ketat dalam peraturan pemerintah yang mewajibkan adanya laporan penggunaan dana yang transparan dan akuntabel. Selain itu, dugaan penyimpangan anggaran juga dapat dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik dugaan yang kini menjadi perhatian publik tersebut. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru