Bandar Lampung – MediaViral.net
Upaya puluhan petani dari Way Kanan untuk mengikuti aksi Hari Buruh Internasional (May Day) di Bandar Lampung sempat dihadang berbagai kendala, mulai dari upaya pencegahan hingga intimidasi di lapangan.
Ketua Umum Forum Komunitas Petani Bersama (FKPB), Hadi Sutrisno, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat didatangi aparat kepolisian pada sore hari sebelum keberangkatan.

Menurutnya, kedatangan tersebut bertujuan agar massa tidak melanjutkan rencana aksi.
“Memang benar, sore itu kami didatangi intel Polsek untuk upaya penggagalan agar kami tidak melanjutkan aksi May Day hari ini,” ujar Hadi saat diwawancarai di kawasan Tugu Adipura, Jumat (1/5/2026).
Namun, pihaknya menolak imbauan tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan May Day merupakan hak rakyat, khususnya buruh dan petani.
“Kami bantah, karena May Day ini adalah hari pergerakan rakyat, bukan hanya buruh saja. Tidak ada instansi yang berhak menghalangi,” tegasnya.
Setelah pertemuan tersebut, rombongan petani tetap mempersiapkan keberangkatan pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB dari Kecamatan Negara Batin, Way Kanan.
Namun, kendala kembali muncul saat armada yang akan menjemput mereka justru dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal.
“Mobil yang akan menjemput kami dihadang sejumlah preman di tengah jalan. Sopir sempat dinego, bahkan ditawari uang agar tidak menjemput massa,” kata Hadi.
Karena situasi tersebut, sopir akhirnya memilih putar balik demi menghindari risiko.
Tak menyerah, puluhan petani tersebut kemudian mencari alternatif transportasi. Hingga akhirnya mereka mendapatkan bantuan mobil pikap milik warga setempat.
“Semalam kami tetap bertahan sekitar 50 orang. Lalu ada tetangga yang punya mobil pikap, kami ajak. Tapi harus dikawal karena tidak berani jalan sendiri,” jelasnya.
Keesokan paginya, sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan akhirnya berangkat dengan pengawalan hingga tiba di lokasi aksi.
Namun, karena keterbatasan kendaraan, jumlah massa yang berhasil berangkat berkurang drastis. (mediaviral.net)










