“Keadilan di Ujung Transaksi?” — H. Alfan Sari Soroti Sinyal Bahaya di Balik Wajah Peradilan

Minggu, 5 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – MediaViral.net

Praktisi hukum H. Alfan Sari, SH, MH, MM, menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi sistem peradilan yang dinilainya mulai mengalami pergeseran nilai. Ia menyoroti adanya kecenderungan praktik hukum yang tidak lagi sepenuhnya berpijak pada prinsip keadilan.

Dalam pernyataannya, Alfan menggunakan analogi simbolik untuk menggambarkan situasi tersebut.
“Matanya memang tertutup, neracanya masih utuh, pedangnya tetap tajam, tetapi di balik itu, ia mulai menghitung keuntungan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Example 300x375

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, fenomena ini mengindikasikan adanya potensi penyimpangan dalam praktik penegakan hukum. Ia bahkan menyebut istilah “transaksi sesat” sebagai bentuk kritik terhadap dugaan praktik yang mencederai integritas keadilan.

Baca Juga :  Presiden RI Joko Widodo Akan Hadir di Kabupaten Lampung Barat

“Dewi Keadilan tidak lagi sepenuhnya steril. Ada kekhawatiran bahwa ia mulai terbiasa dengan transaksi,” lanjutnya.

Alfan juga mengingatkan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, maka makna hukum dapat mengalami pergeseran yang serius.
“Suatu hari, hukum bukan lagi soal benar atau salah, tetapi soal siapa yang mampu membayar nurani,” tegasnya.

Pernyataan tersebut ia tutup dengan tagar #Risau_SangADVOCATE, yang mencerminkan kegelisahan tidak hanya secara pribadi, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas advokat.

Baca Juga :  Densus 88 Anti Teror Polri Berhasil Menangkap Terduga Tindak Pidana Teroris Pelaku Bom Bunuh Diri

Sejumlah pihak turut menanggapi pernyataan tersebut. Pengamat kebijakan publik M. Abbas Umar menilai bahwa kritik ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak.
“Ini adalah peringatan agar kita menjaga hukum tetap menjadi alat keadilan, bukan alat kepentingan,” ujarnya.

Publik berharap pernyataan ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama, sehingga sistem peradilan tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat. (Tim/Red)

Berita Terkait

Tampil Memukau, Bupati OKU Selatan dan Ketua TP PKK Fashion Show Kenalkan Kain Khas OKU Selatan Pada Malam Budaya Swarna Songket Nusantara 2025
Hasil Autopsi Menjelaskan Cara Pelaku Membunuh Seperti Orang Takut dan Geregetan, Bisa Juga Dikatakan Seperti PKI
Ketua Umum PPWI Siap Memenuhi Undangan Divpropam Polri Terkait Laporan Dugaan Pelanggaran Etik oleh Oknum Polisi Polda Sumsel
Ahmad Dhani Tidak Terima Disebut Biang Kerok Anak di Bully, Sujiwo Tejo: Bapak Polah Anak Kepradah
Ketua Presidium FPII Akan Ajukan Gugatan Sengketa Informasi ke Komisi Informasi RI Terkait Aliran Dana Wamen Imipas RI
Usai Lantik DPD PPWI Lampung, Ketum PPWI Berikan Pelatihan Jurnalistik Kepada Warga dan Jurnalis
Diduga Dendam Politik, Helmi Hasan Asal Lampung Selatan Sekarang Gubernur Bengkulu Nonjobkan 22 Kadis Akibat Tidak Membantu Saat Pilkada
Harimau Lampung Barat Gigit Leher Kakek Tua dan Tubuhnya Dicakar, Korban Ditemukan Meninggal Dalam Kebun Kopi

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 14:03 WIB

“Keadilan di Ujung Transaksi?” — H. Alfan Sari Soroti Sinyal Bahaya di Balik Wajah Peradilan

Senin, 4 Agustus 2025 - 22:09 WIB

Tampil Memukau, Bupati OKU Selatan dan Ketua TP PKK Fashion Show Kenalkan Kain Khas OKU Selatan Pada Malam Budaya Swarna Songket Nusantara 2025

Minggu, 3 Agustus 2025 - 18:39 WIB

Hasil Autopsi Menjelaskan Cara Pelaku Membunuh Seperti Orang Takut dan Geregetan, Bisa Juga Dikatakan Seperti PKI

Kamis, 24 Juli 2025 - 04:33 WIB

Ketua Umum PPWI Siap Memenuhi Undangan Divpropam Polri Terkait Laporan Dugaan Pelanggaran Etik oleh Oknum Polisi Polda Sumsel

Kamis, 24 Juli 2025 - 01:50 WIB

Ahmad Dhani Tidak Terima Disebut Biang Kerok Anak di Bully, Sujiwo Tejo: Bapak Polah Anak Kepradah

Berita Terbaru