Sekura Cakak Buah Disorot: Pesta Rakyat atau Sekadar “Topeng” Kebersamaan? Wabup Mad Hasnurin Lempar Sindiran Pedas!

Rabu, 25 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Barat — MediaViral.net

Pesta Sekura Cakak Buah kembali meledak dengan kemeriahan di Pekon Kegerinan, Kecamatan Batu Brak, Rabu (25/3/2026). Tawa, sorak sorai, dan kebersamaan tampak begitu nyata. Tapi di balik itu semua, Wakil Bupati Lampung Barat, Mad Hasnurin, justru melontarkan kritik yang terasa seperti “tamparan keras” bagi masyarakatnya sendiri.

Alih-alih larut dalam euforia, Mad Hasnurin secara blak-blakan mempertanyakan: apakah kebersamaan yang dipamerkan hari ini benar-benar tulus, atau hanya sekadar “topeng budaya” yang dipakai setahun sekali?

ADVERTISEMENT

Example 300x375

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan sampai kita hanya pandai bersatu di atas panggung, tapi terpecah saat menghadapi kenyataan,” tegasnya dengan nada tajam.

Tradisi Sekura Cakak Buah yang sarat makna gotong royong—di mana peserta harus saling menopang untuk mencapai puncak—justru dijadikan cermin untuk menguliti realitas sosial yang dinilai masih jauh dari ideal.

Baca Juga :  Keluarga Besar SMAN 1 Kediri Mengucapkan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan Tahun 1446 H

Menurutnya, semangat kolektif yang begitu kuat dalam arena Sekura seringkali menghilang ketika masyarakat dihadapkan pada kepentingan pribadi, konflik, dan ego masing-masing.

“Di sini semua kompak, saling bantu. Tapi di luar, masih ada sekat, masih ada kepentingan yang memecah. Ini yang harus kita akui,” sindirnya tanpa basa-basi.

Pernyataan itu sontak menjadi sorotan. Sebab, di tengah suasana perayaan yang seharusnya penuh pujian, justru muncul kritik terbuka dari orang nomor dua di Lampung Barat.

Ia bahkan mengingatkan, jika nilai-nilai dalam Sekura hanya berhenti sebagai simbol, maka tradisi ini berpotensi kehilangan ruhnya—berubah dari warisan luhur menjadi sekadar tontonan kosong yang rutin dipertontonkan.

“Kalau hanya ramai saat acara, tapi tidak ada perubahan setelahnya, ini bukan kebersamaan—ini ilusi,” ujarnya menohok.

Lebih jauh, Mad Hasnurin menegaskan bahwa kemajuan Lampung Barat tidak akan pernah tercapai jika masyarakat masih berjalan sendiri-sendiri, apalagi terjebak dalam konflik kepentingan yang tak kunjung usai.

Baca Juga :  SBY Dukung Upaya Presiden Prabowo Hadapi 32% Tarif yang Dikenakan Presiden AS Donald Trump

Pesannya terdengar seperti peringatan keras:

“Jangan jadikan Sekura sebagai pelarian. Jadikan ini sebagai titik balik. Kalau tidak, kita hanya sedang merayakan kemunduran dengan kemasan budaya.”

Ucapan tersebut menjadi sinyal jelas—bahwa di balik kemeriahan Sekura Cakak Buah, ada kegelisahan besar tentang kondisi sosial masyarakat.

Kini pertanyaannya mengemuka: apakah masyarakat Lampung Barat siap menerima kritik itu, atau justru akan terus nyaman bersembunyi di balik gemerlap tradisi? (mediaviral.co)

Berita Terkait

Massa ABRI 1 Geruduk Kejati Bengkulu, Desak Penanganan Dugaan Kasus Korupsi
PPI Malaysia Resmi Dilantik, Mahasiswa Ditantang Tunjukkan Kinerja Nyata
Kepala SDN 15 Kayuagung Diduga “Jarang Ngantor”, Publik Soroti Bau Tak Sedap Pengelolaan Dana BOS
Diduga Skandal di PTPN IV Kebun Mayang: Kebun Terbengkalai, Anggaran Perawatan Dipertanyakan
“Halalbihalal atau Deal Politik?” Elite Sumut Berkumpul, Publik Curiga Ada Konsolidasi Senyap!
Gila! PAN Sumsel Bidik 1 Juta Relawan: Ambisi Besar atau Sekadar Gertakan Politik?
“Jangan Sampai Kita Diperbudak AI!” — Komisi X DPR RI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional Ingatkan Bahaya di Balik Kecanggihan Teknologi
Heboh! Benda Bercahaya Mirip “Rudal” Lintasi Langit Lampung, Warga Geger dan Penuh Spekulasi “Kalagondang hingga Kultivator dari Tiongkok”

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 17:21 WIB

Massa ABRI 1 Geruduk Kejati Bengkulu, Desak Penanganan Dugaan Kasus Korupsi

Senin, 6 April 2026 - 17:15 WIB

PPI Malaysia Resmi Dilantik, Mahasiswa Ditantang Tunjukkan Kinerja Nyata

Minggu, 5 April 2026 - 20:01 WIB

Kepala SDN 15 Kayuagung Diduga “Jarang Ngantor”, Publik Soroti Bau Tak Sedap Pengelolaan Dana BOS

Minggu, 5 April 2026 - 18:46 WIB

Diduga Skandal di PTPN IV Kebun Mayang: Kebun Terbengkalai, Anggaran Perawatan Dipertanyakan

Minggu, 5 April 2026 - 18:41 WIB

“Halalbihalal atau Deal Politik?” Elite Sumut Berkumpul, Publik Curiga Ada Konsolidasi Senyap!

Berita Terbaru