“Jangan Sampai Kita Diperbudak AI!” — Komisi X DPR RI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional Ingatkan Bahaya di Balik Kecanggihan Teknologi

Minggu, 5 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Serang, Banten – MediaViral.net

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, peringatan keras disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Furtasan Ali Yusuf, dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kecerdasan artifisial (AI). Bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ia menegaskan bahwa di balik kemudahan AI, tersimpan potensi ancaman serius jika tidak dipahami dengan benar.

Kegiatan yang digelar di Hotel Puri Kayana, Kota Serang, Minggu (5 April 2026), dihadiri organisasi kepemudaan (OKP) serta insan media dari Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kota Serang.

banner 600x600

Dalam penyampaiannya, Furtasan Ali Yusuf menyoroti dua sisi tajam dari teknologi AI: membantu, tetapi juga bisa menjerumuskan.

“AI memang memudahkan, tetapi jika tidak dibarengi pemahaman, kita bisa kehilangan kendali. Jangan sampai kita yang diperintah oleh teknologi,” tegasnya.

Baca Juga :  AJP Lampung Barat Tegaskan Laporan Maladministrasi Berbasis Fakta, Siap Kawal Kasus Meski Dihadapi Intimidasi

Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI tidak hanya soal kecanggihan, tetapi juga menyangkut etika, hukum, dan keamanan data yang kerap diabaikan masyarakat.

“Masalah terbesar bukan teknologinya, tetapi bagaimana manusia menggunakannya. Jika data bocor atau disalahgunakan, dampaknya bisa sangat berbahaya,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan narasumber Hanapi Ahmad Subrata Lubis, S.Kom., yang menegaskan bahwa AI saat ini telah menyusup ke hampir seluruh aspek kehidupan digital masyarakat.

Ia mencontohkan bagaimana platform seperti YouTube, TikTok, Instagram, hingga Facebook diam-diam “mempelajari” kebiasaan pengguna.

“Tanpa kita sadari, AI sudah membaca apa yang kita suka, apa yang kita cari, bahkan apa yang kita pikirkan. Ini yang harus kita waspadai,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat harus memahami cara kerja AI agar tidak terjebak dalam ketergantungan berlebihan.
“Kita harus mengendalikan AI, bukan sebaliknya. Kalau tidak, kita bisa terkecoh oleh kecanggihannya sendiri,” katanya.

Baca Juga :  Desa Fajar Asri di Mesuji Merealisasikan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 Dengan Membangun Talud

Dalam forum tersebut juga disinggung aspek hukum yang menjadi fondasi penggunaan teknologi, termasuk regulasi terkait perlindungan data pribadi. Hal ini dianggap krusial, mengingat potensi kebocoran dan peretasan data semakin mengintai di era digital.

Kegiatan bimtek ini pun menjadi semacam “alarm” bagi masyarakat bahwa era digital tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga risiko besar jika tidak diimbangi dengan literasi yang memadai.

Acara berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab yang menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Namun satu pesan yang paling membekas: di era AI, yang lengah akan tertinggal—bahkan bisa dikendalikan. (Tim/Red)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru