SEKURA MELEDAK! Tradisi Leluhur atau Benteng Terakhir Identitas yang Terancam?

Selasa, 24 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Barat — MediaViral.net

Ini bukan sekadar perayaan. Ini ledakan budaya yang mengguncang kesadaran publik: Sekura Cakak Buah kembali hadir, tapi kali ini membawa pesan yang jauh lebih keras—bertahan atau hilang ditelan zaman.

Di Bumi Sekala Bekhak, euforia 1 Syawal tak hanya diisi gema takbir. Ia berubah menjadi panggung besar tempat masyarakat “berteriak” lewat tradisi. Dari 1 hingga 7 Syawal, jalanan, pekon, hingga kecamatan dipenuhi satu hal: identitas yang menolak punah.

ADVERTISEMENT

Example 300x375

SCROLL TO RESUME CONTENT

Topeng sekura tak lagi sekadar hiasan. Ia menjadi simbol perlawanan. Wajah-wajah anonim di baliknya seolah berkata:
“Kami masih ada. Kami belum hilang.”

Namun, di balik kemeriahan itu, ada realita yang tak bisa ditutup-tutupi—modernisasi terus menggerus. Budaya lokal satu per satu mulai tersisih, kalah oleh tren instan dan hiburan digital.

Di tengah situasi itu, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus muncul langsung di Pekon Luas, Kecamatan Batu Ketulis, Selasa (24/3/2026). Bukan sekadar hadir, tapi seolah ingin menunjukkan: ini bukan acara biasa—ini pertaruhan identitas daerah.

Baca Juga :  Bupati OKU Timur Tunjuk ( plt) Baru Direktur RSUD Martapura

Ia menyapa warga, menyatu dalam keramaian, dan menyaksikan sendiri bagaimana Sekura bukan hanya tontonan, tetapi denyut hidup masyarakat.

Sementara itu, di Pekon Sebarus, Kecamatan Balik Bukit, Wakil Bupati Mad Hasnurin juga tak mau ketinggalan. Di tengah sorak sorai dan ketegangan “cakak buah”, ia berdiri di antara masyarakat yang berebut bukan sekadar buah—melainkan simbol kebersamaan yang mulai langka.

Dua lokasi. Dua pemimpin. Satu realita pahit:
Budaya ini sedang diuji.

Sekura Cakak Buah memang terlihat meriah—penuh tawa, penuh warna. Tapi di balik itu, tersimpan pertanyaan besar yang jarang diungkap:

Apakah ini murni pelestarian… atau sekadar seremoni tahunan tanpa arah?

Di balik topeng, semua orang setara—tanpa jabatan, tanpa status sosial. Ironisnya, di dunia nyata, sekat-sekat itu justru semakin tajam.

Baca Juga :  Polres Lampung Barat Laksanakan Penanaman Jagung Serentak di Ponpes Dharut Tholibin Simpang Serdang

Tradisi ini mengajarkan kebersamaan, gotong royong, dan kebebasan berekspresi. Tapi di luar perayaan, nilai-nilai itu perlahan memudar.

Inilah paradoks Sekura.
Meriah di permukaan, tapi menyimpan kegelisahan di dalam.

Langkah Parosil dan Mad Hasnurin menghadiri pesta di dua tempat berbeda bisa dibaca sebagai sinyal kuat—atau justru alarm keras—bahwa pemerintah mulai sadar: jika tidak dijaga serius, budaya ini hanya tinggal cerita.

Selama tujuh hari, Sekura berputar dari satu wilayah ke wilayah lain. Tapi pertanyaannya:

Setelah hari ketujuh berakhir, apakah semangatnya ikut hidup… atau ikut mati?

Di Lampung Barat hari ini, Sekura bukan lagi sekadar tradisi.

Ia telah berubah menjadi garis pertahanan terakhir.

Dan jika garis ini runtuh, maka yang hilang bukan hanya sebuah pesta—
tapi jati diri sebuah daerah. (mediaviral.net)

Berita Terkait

Massa ABRI 1 Geruduk Kejati Bengkulu, Desak Penanganan Dugaan Kasus Korupsi
PPI Malaysia Resmi Dilantik, Mahasiswa Ditantang Tunjukkan Kinerja Nyata
Kepala SDN 15 Kayuagung Diduga “Jarang Ngantor”, Publik Soroti Bau Tak Sedap Pengelolaan Dana BOS
Diduga Skandal di PTPN IV Kebun Mayang: Kebun Terbengkalai, Anggaran Perawatan Dipertanyakan
“Halalbihalal atau Deal Politik?” Elite Sumut Berkumpul, Publik Curiga Ada Konsolidasi Senyap!
Gila! PAN Sumsel Bidik 1 Juta Relawan: Ambisi Besar atau Sekadar Gertakan Politik?
“Jangan Sampai Kita Diperbudak AI!” — Komisi X DPR RI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional Ingatkan Bahaya di Balik Kecanggihan Teknologi
Heboh! Benda Bercahaya Mirip “Rudal” Lintasi Langit Lampung, Warga Geger dan Penuh Spekulasi “Kalagondang hingga Kultivator dari Tiongkok”

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 17:21 WIB

Massa ABRI 1 Geruduk Kejati Bengkulu, Desak Penanganan Dugaan Kasus Korupsi

Senin, 6 April 2026 - 17:15 WIB

PPI Malaysia Resmi Dilantik, Mahasiswa Ditantang Tunjukkan Kinerja Nyata

Minggu, 5 April 2026 - 20:01 WIB

Kepala SDN 15 Kayuagung Diduga “Jarang Ngantor”, Publik Soroti Bau Tak Sedap Pengelolaan Dana BOS

Minggu, 5 April 2026 - 18:46 WIB

Diduga Skandal di PTPN IV Kebun Mayang: Kebun Terbengkalai, Anggaran Perawatan Dipertanyakan

Minggu, 5 April 2026 - 18:41 WIB

“Halalbihalal atau Deal Politik?” Elite Sumut Berkumpul, Publik Curiga Ada Konsolidasi Senyap!

Berita Terbaru