OKU TIMUR/SUMATRASELATAN
MEDIAVIRAL.ID
Lembaga Pembina Adat Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur menggelar acara Mufakat Adat yang berfokus pada evaluasi realisasi program kerja 2024 dan penyusunan program kerja 2025.
Acara ini Bertempat di Kolam Pemancingan TIRTA Desa Kurungan Nyawa, Kec.Buay Madang, dihadiri oleh Seluruh pengurus Lembaga adat Kabupaten ,Pesirah Adat 20 Kecamatan, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. Rabu 8 Januari 2025.

Ketua Lembaga Pembina Adat OKU Timur, H. Leo Budi Rachmadi, membuka acara dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus adat atas dedikasi mereka dalam melestarikan budaya. “Pelestarian ini bukan hanya untuk adat Komering, tetapi juga mencakup seluruh adat di wilayah kita. Meski kegiatan ini tanpa anggaran atau non budgeter, semangat kita tetap kuat,” ujar Leo.
Dalam kesempatan itu, pengurus lembaga adat menerima insentif dari pemerintah daerah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi dalam menjaga warisan budaya. Leo juga mengimbau agar pengurus adat di tingkat kecamatan segera melakukan konsolidasi untuk membentuk pemangku adat di desa-desa. Ia menyebut beberapa kecamatan, seperti Madang Suku I, Semendawai Barat, dan Cempaka, telah memulai langkah tersebut.
Leo menegaskan bahwa lembaga adat memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah Kabupaten, kecamatan dan desa, khususnya dalam bidang budaya. “Sinergi antara lembaga adat dan pemerintah sangat penting untuk menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Evaluasi program kerja 2024 menjadi momen penting untuk meninjau keberhasilan dan memperbaiki tantangan yang ada, sehingga rencana untuk 2025 lebih terarah.
Beberapa program kerja 2024 yang berhasil direalisasikan mendapat apresiasi, seperti pelestarian seni budaya lokal yang berhasil menarik perhatian generasi muda.
Pada Mufakat Adat ini, peserta sepakat untuk fokus pada beberapa rencana strategis di tahun 2025. Program prioritas meliputi pembentukan pemangku adat di tingkat desa, dan mendorong revitalisasi nilai-nilai adat melalui pendidikan formal maupun nonformal.
Melalui semangat gotong royong dan kerja sama yang erat antara lembaga adat dan pemerintah daerah, pelestarian budaya lokal di OKU Timur tidak hanya terjaga, tetapi juga terus berkembang dan menjadi kekuatan bagi kemajuan daerah.
(mediaviral.id)










