Ajari Murid Cara Korupsi, Kepala Sekolah SMAN 3 Pulau Rimau Banyuasin Lakukan Pungli Mulai Tahun 2017 Hingga 2025, Inilah Tampangnya

Selasa, 20 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuasin/ Sumatra Selatan, mediaviral.net

Dikutip dari suaralintasindonesia.com- Baru-baru ini team investigasi media online nasional,  kin.co.id dan media suaralintasindonesia.com dari Jakarta terjun langsung kelokasi, sekolah SMAN 3 Pulau Rimau Kec. Pulau Rimau Kab. Banyuasin Sumatera Selatan. Hal ini dilakukan untuk mencari kebenaran dan mencari bukti, atas keluhan dari ratusan orang tua wali murid yang merasa terpaksa membayar pungutan liar oleh Komite sekolah setiap tahun. Bahkan waktu dan nilai pungutan ditetapkan oleh komite terhadap wali murid, mulai dari Rp. 600.000,- ( enam ratus ribu rupiah ) sampai dengan Rp. 900.000,- ( sembilan ratus ribu rupiah ) per siswa. Tentunya hal ini telah melanggar Permendikbud No 75 Tahun 2016.

Bahwa menurut Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah yang ditetapkan dan diundangkan pada tanggal 30 Desember 2016, Tidak boleh melakukan pungutan kepada orang wali murid, Apalagi ini adalah SMA Negeri yang menyerap anggaran APBD & APBN.

banner 600x600

Pada dasarnya komite Sekolah dapat melakukan penggalangan dana berupa sumbangan sukarela yang jumlah dan batas waktu pembayarannya tidak boleh ditetapkan. Seperti hal sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsi dalam memberikan dukungan tenaga, sarana prasarana, serta pengawasan pendidikan.

Baca Juga :  Tabligh Akbar OKU Selatan Bershlawatan Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi KE-21 Kabupaten OKU Selatan Tahun 2025

Penggalangan dana tersebut dilakukan hanya untuk mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah dengan asas gotong royong, tidak memaksa dan tidak boleh ditetapkan. Itu pun harus dapat dipertanggung jawabkan dengan rincian pendapatan dan penggunaan secara transparan.

tanda bukti pembayaran pungutan liar komite SMAN 3 Pulau Rimau

Lebih lanjut di Pasal 10 ayat (2) disebutkan, bahwa penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya sebagaimana dimaksud, berbentuk bantuan dan/atau sumbangan, bukan berbentuk pungutan yang jumlahnya ditetapkan dan batas waktu pembayaran diwajibkan.

Sangat disayangkan yang dilakukan oleh Komite dan Kepala Sekolah SMAN 3 Pulau Rimau, Banyuasin diduga kuat bekerja sama untuk mencari keuntungan pribadi. Dengan menetapkan pungutan yang diwajibkan kepada 213 siswanya sebesar Rp. 600.000 – Rp. 900.000,- dengan batas waktu yang sudah ditetapkan. Sejak tahun 2019 hingga tahun 2025 sampai saat ini. Bahkan ada keluhan dari beberapa orang tua wali murid, jika tidak menyelesaikan pembayaran pungutan tersebut, tidak boleh mengikuti Ulangan maupun ujian, jelas orang tua siswa yang tidak mau disebutkan namanya.

daftar pembayaran siswa yang dipungli komite

Saat team investigasi media nasional berkunjung ke sekolah tidak dapat menemui kepala sekolah maupun ketua komite dengan Alasan Bu Kasek sedang ada giat di Balai sampai hari selasa, kalau komite memang tidak tinggal di Pulau Rimau jelas Wakasek kesiswaan, saat diwawancarai awak media.

Baca Juga :  Warga Resah Terkait Adanya Penemuan Pemuda Tidak Berdaya, Polres Sigap Langsung Menuju TKP

Pada hari Jumat 25-April-2025 awak media mencoba menghubungi Kepala sekolah maupun komite sekolah, namun lagi-lagi keduanya tidak respon bahkan menyapa Salam pun tidak dijawabnya oleh mereka. Untuk itu dalam waktu dekat beberapa perwakilan orang tua wali murid akan kami dampingi untuk melaporkan perbuatan Kepala sekolah berikut Komite sekolah, kepada Dinas terkait dan Polda Sumsel langsung ditembuskan ke Kemendikbud RI dan Ombudsman RI.

Sampai berita ini diterbitkan baik kepala sekolah maupun komite sekolah SMAN 3 Pulau Rimau masih belum dapat merespon awak media, untuk itu berharap kepada pihak Polda Sumsel serta BPKP bersama instansi terkait agar segera menindaklanjuti pemberitaan ini. Untuk mengaudit dan seperti apa rincian penggunaan anggaran pungli tersebut dialirkan. Tidak tegas terduga pelaku segala bentuk pungutan liar agar ada efek jera, serta tidak memanfaatkan orang tua wali murid sebagai korban pugli tersebut.

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru