Yogyakarta, mediaviral.id
Sebanyak 50 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dari Cilegon, Banten, tiba di Yogyakarta pada Rabu (18/06/2025) pukul 10.00 WIB. Kedatangan mereka ini dalam rangka mengikuti Studi Komparasi ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Logam Dinas Perindustrtian Kopersai Usaha Kecil Menengah (Diskrimkop) Yogyakarta.

Perjalanan sejauh 672 kilometer dari Cilegon ditempuh dengan bus selama kurang lebih 10 jam 2 menit, sebuah perjalanan yang cukup menguras tenaga namun tak menyurutkan semangat para peserta.


Rombongan yang diberangkatkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon ini optimis dapat memetik banyak pelajaran positif dari kunjungan tersebut.
Sepanjang perjalanan, bus berhenti tiga kali di rest area, yaitu di Cikarang, rest area 207 Cirebon dan rest Yogyakarta untuk memberi kesempatan peserta beristirahat dan melepas lelah.
Studi komparasi ini bertujuan untuk mendukung penguatan sentra IKM Logam di Kota Cilegon, khususnya dalam aspek penguatan akses pasar dan kelembagaan. Meskipun menempuh jarak yang jauh, para peserta terlihat menikmati setiap momen perjalanan.
Setibanya di lokasi, senyum kebahagiaan terpancar dari wajah para peserta. Mereka disambut langsung oleh perwakilan Disperindag Yogyakarta dan mendapatkan berbagai pembelajaran serta pemahaman mengenai strategi menjadi IKM yang kuat di daerah. Rasa lelah yang mendera selama perjalanan seolah terbayar lunas dengan ilmu dan pengalaman baru yang mereka peroleh.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan, inspirasi, dan pembelajaran langsung mengenai keberhasilan pengembangan IKM logam yang telah terbukti sukses di daerah tersebut.
Melalui kunjungan ini, para pelaku IKM diharapkan dapat memetik praktik baik (best practices) dalam hal inovasi produk, tata kelola usaha, pengembangan pasar, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna.
Keberhasilan IKM logam di Yogyakarta menjadi contoh konkret bahwa dengan kolaborasi yang baik antara pelaku usaha, pemerintah, dan akademisi, IKM mampu tumbuh berdaya saing tinggi.
Dalam kegiatan ini, Disperindag Kota Cilegon berperan aktif sebagai fasilitator dan pendorong penguatan kapasitas pelaku IKM, serta sebagai jembatan sinergi antara industri dan pihak-pihak pendukung lainnya.
Dengan semangat belajar dan kolaborasi, diharapkan para IKM logam Kota Cilegon mampu membawa pulang ilmu dan semangat baru untuk diterapkan di daerah sendiri, sehingga secara bertahap akan memperkuat ekosistem industri logam lokal yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Bertempat di Ruang Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Kepala Dinas Disperindag Kota Cilegon Andriyani, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi para pelaku .
“Melalui kunjungan ini, kami berharap para pelaku IKM dapat memetik praktik baik dalam hal inovasi produk, tata kelola usaha, pengembangan pasar, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna,” ujar Kadis Disperindag Andriyanti kepada media.
Menurut Andriyanti keberhasilan IKM logam di Yogyakarta menjadi contoh nyata kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan akademisi dalam menumbuhkan IKM yang berdaya saing tinggi.
“Dengan semangat belajar dan kolaborasi, kami berharap para IKM logam Kota Cilegon mampu membawa pulang ilmu dan semangat baru untuk diterapkan di daerah sendiri, sehingga secara bertahap akan memperkuat ekosistem industri logam lokal yang lebih kompetitif dan berkelanjutan,”harap Andriyani
Rijki Adi Saputra, salah satu pelaku IKM peserta studi komparasi, mengungkapkan rasa syukurnya dan berterima kasih kepada Disperindag Kota Cilegon. “Ini sangat mendukung, hingga kami tahu dan paham betul pentingnya studi komparasi,” tegas Rijki Adi Saputra kepada awak media di sela-sela kegiatan.
Rijki Adi Saputra berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan daya saing IKM Logam di Kota Cilegon melalui pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik dari UPT Logam Yogyakarta.(Tim&red).










