Tambang Ilegal Gunakan Alat Berat Beroperasi Terang-Terangan di Sijunjung, LSM Lingkungan: Penegak Hukum Mandul?

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Sijunjung/Sumatra Barat mediaviral.net

Aktivitas tambang ilegal kembali mencoreng wajah hukum di Kabupaten Sijunjung. Tepatnya di bawah jembatan kawasan Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari, aktivitas pertambangan menggunakan alat berat jenis excavator berlangsung secara terang-terangan di pinggir jalan nasional, Kamis (24/07/2025).
‎
‎Kondisi ini memicu keprihatinan publik, terutama dari kalangan pemerhati lingkungan. Ketua LSM Peduli Lingkungan, Adrian, mengecam keras aktivitas yang diduga merusak ekosistem sungai dan mencerminkan lemahnya penegakan hukum.
‎
‎ “Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi bentuk kejahatan lingkungan. Alat berat beroperasi bebas di jalur publik, tanpa ada rasa takut terhadap hukum. Lalu, ke mana aparat penegak hukum?” tegas Adrian dalam keterangannya.
‎
‎Ironisnya, lokasi tambang ilegal ini hanya berjarak puluhan meter dari jalan nasional, sebuah jalur vital dengan lalu lintas tinggi, namun tak ada upaya penghentian dari pihak berwenang.
‎
‎Adrian juga menyebutkan, jika hal ini dibiarkan, maka bisa menjadi preseden buruk dan memperparah kerusakan lingkungan di Sijunjung. Ia mendesak Dinas Lingkungan Hidup, Kepolisian, dan Satpol PP segera bertindak.
‎
‎ “Negara tidak boleh kalah dengan tambang ilegal. Jika dibiarkan, kerusakan akan semakin meluas dan korban lingkungan hidup adalah rakyat,” tegasnya lagi.
‎
‎Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait aktivitas tambang ilegal menggunakan alat berat di Nagari Palangki, tepatnya di dekat jembatan, Kasat Reskrim Polres Sijunjung AKP Andri memberikan jawaban singkat:
‎
‎ “Saya sedang vidcon. Nanti kita cek ya pak. Sekarang saya lagi ada kegiatan. Atau hubungi Kapolsek IV Nagari, karena lebih dekat dari sana pak,” tulis AKP Andri dalam pesannya.
‎
‎Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada tanda-tanda penindakan langsung di lapangan, sementara excavator masih tampak aktif di lokasi.

Baca Juga :  MBG Diduga “Asal Jalan” di Lampung Timur: Menu Minim, Pengawasan Dipertanyakan
banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru