Masyarakat Pribumi Mesuji Lampung Gelar Aksi Tuntut Hak Bertani di Lahan Register 45

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mesuji/Lampung, mediaviral.net

Ribuan warga yang tergabung dalam Masyarakat Pribumi Mesuji dari sembilan Desa menggelar aksi damai di kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung, pada Minggu (3/8/2025).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas lambannya respons Pemerintah dalam menyelesaikan konflik agraria yang telah berlangsung selama puluhan tahun, warga menuntut hak untuk bercocok tanam di lahan Register 45, yang mereka klaim sebagai tanah adat milik leluhur masyarakat Mesuji.

banner 600x600

Salah satu tokoh masyarakat yang ikut dalam aksi namun enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kawasan Register 45 dulunya merupakan tanah adat milik masyarakat Mesuji.

“Jauh sebelum masa Kolonial Hindia Belanda lahan ini milik Sriwijaya/Palembang Darussalam, Setelah kemerdekaan Sumbagsel dan sekarang Lampung, kini statusnya berubah menjadi kawasan hutan produksi terbatas di bawah kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” jelasnya.

Baca Juga :  Pesan Damai Hari Buruh dari Kerukunan Masyarakat Batak Lampung

Seiring waktu, sebagian besar kawasan tersebut kemudian dikelola melalui skema Hak Guna Usaha (HGU) dan dikuasai oleh PT Silva Inhutani Lampung, anak perusahaan BUMN Perhutani Group.

“Kami hanya ingin keadilan, Register 45 sudah lama dikelola oleh warga pendatang, sementara kami, anak pribumi justru dilarang menanam di tanah leluhur kami sendiri,” ujarnya.

Warga mengaku telah bersabar bertahun-tahun menunggu penyelesaian dari Pemerintah Kabupaten Mesuji. Meski beberapa kali digelar pertemuan antara masyarakat dan Pemerintah Daerah namun hasilnya dinilai tidak memuaskan dan tidak ada keputusan.

“Jika hal ini terus berlarut, kami akan mengadukan langsung ke Kementerian Kehutanan,” tegasnya.

Dalam aksi damai tersebut, warga juga menyuarakan kemungkinan meminta pembagian lahan yang dikelola warga pendatang apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi, mereka menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk aspirasi damai, bukan provokasi.

Baca Juga :  Polda Lampung Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih Jelang HUT RI ke-80

Konflik agraria di kawasan Register 45 diketahui telah terjadi sejak awal tahun 2000, perselisihan ini tak jarang memicu ketegangan, baik secara horizontal antara masyarakat lokal dengan pendatang, maupun secara vertikal antara warga dengan Aparat Negara.

Masyarakat berharap, kehadiran Negara di tengah konflik Agraria tidak hanya sebatas menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membawa solusi nyata dalam bentuk keadilan Agraria.

Pantauan di lokasi menunjukkan aksi berlangsung damai dan tertib, di bawah pengamanan ketat aparat gabungan dari TNI, Polri, Polisi Kehutanan, serta Satpol PP. (*)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru