Serang, Banten — MediaViral.co
Gelombang manusia tak terbendung! Libur Lebaran 1447 H berubah menjadi lautan pengunjung di Water Park Binuang, Kabupaten Serang. Ribuan orang tumpah ruah, memadati setiap sudut kolam hingga nyaris tak menyisakan ruang.
Situasi ini memicu kekhawatiran serius. Bukan sekadar ramai biasa—ini overload pengunjung yang berpotensi memicu insiden, terutama bagi anak-anak yang berenang di tengah kepadatan ekstrem.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melihat kondisi yang kian “panas”, Kapolres Serang AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H., turun langsung ke lokasi, Selasa (24/03/2026). Langkah ini dinilai sebagai sinyal tegas: situasi tak bisa dianggap santai.
7.000 Orang Sehari! Potensi Bahaya Mengintai
Data di lapangan mencengangkan. Sehari sebelumnya, jumlah pengunjung menembus 7.000 orang, sementara hingga siang hari ini sudah menyentuh 4.000 pengunjung—dan terus berdatangan.
Dengan kondisi kolam yang penuh sesak, risiko seperti:
Anak tenggelam tanpa terpantau
Barang hilang di tengah kerumunan
Kepanikan massal jika terjadi insiden
menjadi ancaman nyata.
“Kami minta orang tua jangan lengah. Awasi anak-anak setiap saat di kolam,” tegas Kapolres dengan nada serius.
Polisi Siaga, Tapi Pengunjung Diminta Jangan Ceroboh
Sekitar 20 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal situasi. Namun, Kapolres mengingatkan, keamanan bukan hanya tugas polisi.
Pengunjung diminta tidak abai:
Jangan lepaskan anak tanpa pengawasan
Jangan lengah dengan barang berharga
Jangan nekat berenang di area padat
Karena dalam kondisi seperti ini, satu kelalaian kecil bisa berujung petaka besar.
Di Balik Ramainya Wisata, Ada Ancaman yang Tak Terlihat
Meski situasi dilaporkan masih aman dan kondusif hingga pukul 11.00 WIB, aparat tidak menutup mata terhadap potensi risiko yang bisa muncul kapan saja.
Kapolres bahkan harus turun langsung—sebuah indikasi bahwa kepadatan pengunjung sudah berada di level yang perlu perhatian ekstra.
Di sisi lain, aksi bagi-bagi makanan ringan oleh Kapolres menjadi penyejuk di tengah ketegangan, sekaligus upaya mendekatkan aparat dengan masyarakat.
Liburan atau Taruhan Keselamatan?
Fenomena membludaknya pengunjung ini menjadi pengingat keras: euforia liburan sering kali membuat masyarakat lengah.
Water Park Binuang hari ini bukan sekadar tempat wisata—tapi juga potensi titik rawan jika kewaspadaan diabaikan.
Liburan memang hak semua orang. Tapi jika tanpa kontrol dan kesadaran, yang seharusnya jadi momen bahagia bisa berubah menjadi tragedi. (mediaviral.co)









