Kayuagung, Sumatera Selatan – MediaViral.net
Dugaan penyimpangan anggaran kembali menjadi sorotan di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kali ini, perhatian publik tertuju pada pengelolaan dana program suntik kontrasepsi (KB) oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Ogan Komering Ilir (DPPKB OKI).
Sorotan tersebut disampaikan oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) OKI yang menduga adanya ketidaksesuaian antara besarnya anggaran dengan realisasi kegiatan di lapangan.

Ketua PPWI OKI, M. Abbas Umar, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima informasi dari sumber di lapangan terkait adanya kesenjangan antara dana yang dianggarkan dengan kualitas serta volume pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Kami melihat adanya perbedaan yang cukup signifikan antara anggaran yang dikeluarkan dengan pelaksanaan di lapangan. Hal ini menimbulkan dugaan adanya mark-up anggaran hingga potensi korupsi,” ujarnya.
Menurutnya, program KB merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam aspek kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Oleh karena itu, penggunaan anggaran dalam program tersebut harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Ia menegaskan bahwa jika dugaan tersebut benar, maka hal ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat yang seharusnya menerima manfaat dari program tersebut.
PPWI OKI pun mendorong agar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Ogan Komering Ilir segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Selain itu, aparat penegak hukum dan lembaga pengawas diharapkan dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Publik kini menantikan transparansi dan langkah konkret dari pihak terkait guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran pemerintah di Kabupaten Ogan Komering Ilir. (Tim/Red)










