Didatangi Polisi hingga Dihadang Preman, Petani Way Kanan Tetap Ikut Aksi May Day di Bandar Lampung

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – MediaViral.net

Upaya puluhan petani dari Way Kanan untuk mengikuti aksi Hari Buruh Internasional (May Day) di Bandar Lampung sempat dihadang berbagai kendala, mulai dari upaya pencegahan hingga intimidasi di lapangan.

Ketua Umum Forum Komunitas Petani Bersama (FKPB), Hadi Sutrisno, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat didatangi aparat kepolisian pada sore hari sebelum keberangkatan.

banner 600x600

Menurutnya, kedatangan tersebut bertujuan agar massa tidak melanjutkan rencana aksi.

“Memang benar, sore itu kami didatangi intel Polsek untuk upaya penggagalan agar kami tidak melanjutkan aksi May Day hari ini,” ujar Hadi saat diwawancarai di kawasan Tugu Adipura, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga :  48 Kader, Pengurus, dan Simpatisan DPC Partai Gerindra OKI Siap Hadiri HUT ke-17 di Bogor

Namun, pihaknya menolak imbauan tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan May Day merupakan hak rakyat, khususnya buruh dan petani.

“Kami bantah, karena May Day ini adalah hari pergerakan rakyat, bukan hanya buruh saja. Tidak ada instansi yang berhak menghalangi,” tegasnya.

Setelah pertemuan tersebut, rombongan petani tetap mempersiapkan keberangkatan pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB dari Kecamatan Negara Batin, Way Kanan.

Namun, kendala kembali muncul saat armada yang akan menjemput mereka justru dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal.

“Mobil yang akan menjemput kami dihadang sejumlah preman di tengah jalan. Sopir sempat dinego, bahkan ditawari uang agar tidak menjemput massa,” kata Hadi.

Baca Juga :  Jamin Keamanan Tepat Di Perayaan Natal, Dandim 0402/OKI Laksanakan Patroli

Karena situasi tersebut, sopir akhirnya memilih putar balik demi menghindari risiko.

Tak menyerah, puluhan petani tersebut kemudian mencari alternatif transportasi. Hingga akhirnya mereka mendapatkan bantuan mobil pikap milik warga setempat.

“Semalam kami tetap bertahan sekitar 50 orang. Lalu ada tetangga yang punya mobil pikap, kami ajak. Tapi harus dikawal karena tidak berani jalan sendiri,” jelasnya.

Keesokan paginya, sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan akhirnya berangkat dengan pengawalan hingga tiba di lokasi aksi.

Namun, karena keterbatasan kendaraan, jumlah massa yang berhasil berangkat berkurang drastis. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru