Pasangan Suami Istri di Geulanggang Kulam Meminta Bantuan Pemerintah Untuk Membangun Rumah

Selasa, 25 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen/Aceh, media-viral.id

25 Juni 2024
Di Desa Geulanggang Kulam, Bireuen, sepasang suami istri, Efendi Yusuf dan Darwati, tengah menghadapi cobaan hidup yang berat. Efendi, yang tidak dapat bekerja sejak kecelakaan lalu lintas delapan tahun yang lalu, kini bergantung sepenuhnya pada Darwati. Mereka masih tinggal di rumah sewa di desa setempat, dengan harapan besar agar pemerintah dapat membantu mereka memiliki rumah sendiri.

Kecelakaan yang dialami Efendi telah mengubah hidupnya secara drastis. Dari seorang pencari nafkah yang produktif, Efendi kini harus berjuang dengan keterbatasan fisik yang membuatnya tidak bisa lagi bekerja. Hal ini membuat beban hidup sehari-hari jatuh ke pundak Darwati. Meski begitu, Darwati tidak menyerah. Lima tahun yang lalu, dia mengambil keputusan sulit untuk menjual sebidang tanah pusaka miliknya dengan niat membangun rumah untuk keluarga mereka.

banner 600x600
Baca Juga :  .

Sayangnya, uang hasil penjualan tanah tersebut tidak cukup untuk menyelesaikan pembangunan rumah. Akibatnya, rumah yang diidamkan itu terbengkalai hingga saat ini. Dengan kondisi keuangan yang sangat terbatas, pasangan ini tidak mampu melanjutkan pembangunan rumah tersebut. “Kami sangat berharap agar pemerintah dapat membantu kami untuk memiliki rumah yang layak,” ujar Darwati dengan nada penuh harap.

Namun, harapan tersebut tampaknya terhalang oleh kebijakan pemerintah desa yang dinilai tidak adil. Menurut sejumlah warga, Pemerintah Desa Geulanggang Kulam kerap kali menunjukkan sikap pilih kasih dalam setiap pemberian bantuan. Bantuan yang seharusnya disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, sering kali tidak sampai kepada pasangan ini. “Banyak warga yang merasakan hal yang sama, bahwa bantuan dari pemerintah desa tidak merata dan cenderung pilih kasih,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  May Day 2026 di Simalungun: Bupati Tegas, Buruh Tuntut Keadilan Nyata

Kondisi ini menambah beban psikologis bagi Efendi dan Darwati, yang sudah cukup berat dengan masalah keuangan dan kesehatan. Mereka berharap agar ada perhatian khusus dari pemerintah daerah maupun pusat untuk membantu mereka menyelesaikan pembangunan rumah yang sudah lama terbengkalai. “Kami tidak meminta banyak, hanya ingin tempat tinggal yang layak untuk berteduh,” tambah Darwati.

Sementara itu, Pemerintah Desa Geulanggang Kulam belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan pilih kasih dalam penyaluran bantuan. Beberapa warga mengusulkan agar dilakukan audit independen terhadap distribusi bantuan di desa tersebut untuk memastikan transparansi dan keadilan.

Kisah Efendi dan Darwati adalah potret dari banyak keluarga yang menghadapi kesulitan serupa di berbagai pelosok negeri. Harapan mereka kini bergantung pada kebijakan pemerintah yang lebih adil dan peduli terhadap warganya yang membutuhkan. (media-viral.id)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru