Jalan Simpang Neki Banjit Rusak Parah Selama Lebih dari 10 Tahun, Warga Desak Pemerintah Bertindak Nyata

Minggu, 27 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Way Kanan/Lampung, mediaviral.net

Kondisi jalan di Simpang Neki, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, menjadi sorotan warga. Jalan rusak parah, berlubang, dan dipenuhi genangan air menyebabkan aktivitas warga terganggu. Hingga kini, jalan tersebut belum juga mendapat perhatian perbaikan dari pemerintah selama lebih dari satu dekade.

Pantauan langsung tim Media KPK (Koran Pemberitaan Korupsi) di lapangan, terlihat lubang besar dan kubangan air di tengah jalan yang menghambat pengendara motor maupun kendaraan roda empat. Tak jarang warga harus menempuh jalur alternatif atau bahkan mendorong motor mereka melintasi genangan.

banner 600x600
Baca Juga :  Polres Lamandau Mengadakan Giat Bhakti Kesehatan Donor Darah Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-78

Drs. Kusrin, salah satu tokoh masyarakat, menyampaikan kekecewaannya:

“Sudah lebih dari 10 tahun kami menanti janji pemerintah. Setiap tahun dijanjikan perbaikan, tapi tak ada realisasi. Ini bentuk pengabaian terhadap rakyat.”

Kekecewaan juga disampaikan oleh Ibu Ramianah, warga Simpang Neki yang merasa dirugikan akibat kerusakan jalan saat harus membawa anggota keluarga yang sedang sakit:

“Biasanya 20 menit sudah sampai ke Puskesmas, tapi kemarin saya harus tempuh 1 jam lebih karena jalannya parah sekali.”

Warga lainnya, yang ditemui sedang duduk di warung dan pos ronda, turut menyuarakan hal serupa. Mereka menyebut kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun, namun hanya menjadi “bahan kampanye” tanpa ada tindakan nyata.

“Kami bukan minta jalan mulus seperti tol, cukup yang layak dan bisa dilewati dengan aman. Itu saja,” ungkap seorang warga bernama Pak Sarman, yang terlihat duduk santai di sebuah warung bambu.

Foto-foto dari lokasi memperlihatkan kondisi jalan berlumpur, serta warga yang tampak pasrah namun tetap berharap ada perubahan. Di tengah kondisi serba terbatas, semangat masyarakat tetap tinggi untuk menyuarakan hak mereka atas akses infrastruktur yang layak.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke-79, Polsek Rantau Alai Gelar Bakti Sosial Bagikan 20 Paket Sembako Untuk Masyarakat
banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru