Jelang Kunjungan Menteri, Proyek Transmigrasi Sukamara Diduga “Dipoles Dadakan”, Ada yang Disembunyikan?

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukamara, Kalimantan Tengah — MediaViral.net

Menjelang kunjungan Menteri Transmigrasi ke lokasi proyek di Kabupaten Sukamara, berbagai kejanggalan mulai mencuat ke permukaan. Proyek yang sebelumnya diduga gagal meski telah dua kali diberikan perpanjangan waktu, kini mendadak dirapikan secara cepat. Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait transparansi pelaksanaan proyek tersebut.

Kunjungan yang terkesan mendadak dinilai membuat instansi terkait bergerak cepat melakukan pembenahan di lapangan. Sejumlah indikasi menunjukkan adanya upaya untuk menampilkan proyek seolah-olah telah selesai, meskipun kenyataannya diduga belum sepenuhnya rampung.

banner 600x600

Salah seorang warga penerima program transmigrasi mengungkapkan bahwa dirinya bersama warga lain diminta membersihkan lokasi dan menempati rumah untuk sementara waktu.

“Kami tiba-tiba disuruh membersihkan lokasi dan diminta tinggal sementara karena akan ada tamu dari pusat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memunculkan dugaan bahwa ada persiapan mendadak guna menyambut kunjungan pejabat pusat. Selain itu, pekerja juga disebut diminta mempercepat penyelesaian pembangunan, meskipun kualitas pekerjaan dipertanyakan.

Baca Juga :  Kapolsek Rantau Alai Iptu Agus Masyudhi SH Serta Anggota Patroli di Wilayah Kecamatan Kandis

Warga lain yang enggan disebutkan namanya turut menyampaikan kondisi bangunan yang belum layak.

“Pintunya baru dipasang, tetapi tidak bisa ditutup dengan baik,” katanya.

Hal ini mengindikasikan bahwa pekerjaan dilakukan secara terburu-buru tanpa memperhatikan standar kualitas.

Tidak hanya pada aspek pembangunan fisik, persoalan juga muncul dalam pembagian jatah hidup (jadup) kepada warga transmigrasi. Bantuan yang seharusnya diberikan setelah proses penempatan, justru dibagikan sebelum warga menempati hunian secara resmi, sementara kondisi rumah belum sepenuhnya siap.

Baca Juga :  Desa kelampaian Rantau Alai Memperingati HUT RI 79

Berbagai temuan tersebut menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai pengelolaan proyek transmigrasi di Kabupaten Sukamara. Sikap instansi terkait yang terkesan terburu-buru dalam melakukan pembenahan menjelang kunjungan menteri juga dinilai menimbulkan persepsi kurangnya keterbukaan.

Masyarakat berharap agar pihak berwenang, termasuk Kementerian Transmigrasi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta aparat penegak hukum, dapat melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai aturan.

Transparansi dan akuntabilitas dinilai penting agar program transmigrasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru