PR bagi APH, Kasus Penggarapan HP di Sukamara Diduga Libatkan Bupati, Akankah Diusut Tuntas?

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukamara, Kalimantan Tengah — MediaViral.net

Kasus dugaan penggarapan kawasan Hutan Produksi (HP) di Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah, yang diduga melibatkan pejabat tinggi daerah hingga kini belum menunjukkan kejelasan penanganan, Selasa (28/04/2026).

Berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/254/XI/2025/SPKT/Polda Kalteng, perkara tersebut masih menjadi sorotan publik. Masyarakat mempertanyakan apakah kasus ini akan berlanjut hingga tuntas atau justru berhenti tanpa kepastian hukum.

banner 600x600

Saat dikonfirmasi, pihak Polda Kalimantan Tengah melalui Kepala Bidang Humas menyampaikan bahwa laporan tersebut telah diterima dan saat ini masih dalam penanganan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus).

Namun, informasi terkait perkembangan penyidikan disebut masih bersifat internal dan belum dapat dipublikasikan.

Baca Juga :  Ezi Kunjungi Korban Kebakaran di Koto Salak Tanah cogok

Sejak pertama kali dikonfirmasi pada Januari 2026 hingga saat ini, jawaban yang diberikan pihak kepolisian masih sama, yakni kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan dan belum bisa disampaikan secara terbuka kepada publik.

Upaya konfirmasi lanjutan kepada penyidik juga belum memberikan hasil yang lebih jelas. Pihak penyidik menyarankan agar informasi lebih lanjut disampaikan melalui Humas Polda.

Di sisi lain, beredar dugaan bahwa pihak terlapor berupaya mencari dukungan dari pihak-pihak berpengaruh guna menghindari proses hukum. Hal ini semakin menambah perhatian publik terhadap transparansi dan independensi penanganan perkara.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, pengelolaan kawasan hutan harus berlandaskan asas kemanfaatan bagi masyarakat luas, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Lampung Jihan Sampaikan LKPJ 2025, Fokus Pelayanan dan Infrastruktur

Publik pun mendesak agar aparat penegak hukum, khususnya Polda Kalimantan Tengah, dapat bertindak tegas, profesional, dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus ini.

Kasus ini dinilai menjadi ujian bagi integritas penegakan hukum di daerah, terlebih jika pihak yang diduga terlibat merupakan pejabat publik. Masyarakat berharap tidak ada lagi anggapan bahwa hukum tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas, serta menuntut adanya transparansi dan keadilan dalam proses penegakan hukum. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru