Skandal Jembatan Rp16 Miliar di Seluma Bengkulu: Baru Diresmikan, Kini Ambruk

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu, 7 April 2026 – MediaViral.net

Jembatan Air Matan di Desa Pasar Seluma, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, menjadi sorotan setelah dilaporkan ambruk akibat diterjang banjir menyusul hujan deras. Ironisnya, jembatan tersebut baru diresmikan beberapa bulan lalu.

Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp16 miliar ini sebelumnya diresmikan oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Namun kini, keberadaannya justru memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait kualitas pembangunan.

banner 600x600

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai postingan netizen, sebelum ambruk jembatan tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Pagar tembok dilaporkan mengalami retak, sementara bagian lantai jembatan disebut jebol.

Baca Juga :  Wujud dan Komitmen Untuk Memberikan Pelayanan Terbaik, Personel Polres Kobar Melaksanakan Pengamanan di Tempat Ibadah Minggu

Bahkan, muncul dugaan bahwa konstruksi lantai tidak menggunakan besi tulangan sebagaimana mestinya, melainkan hanya cor semen. Jika hal ini benar, maka patut diduga bahwa pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya.

Sejumlah warga menyampaikan kekecewaan mereka. Menurut mereka, dengan anggaran yang besar, jembatan seharusnya dibangun dengan kualitas yang baik dan mampu bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem.

Hujan deras dan banjir memang menjadi faktor pemicu ambruknya jembatan. Namun demikian, publik menilai bahwa infrastruktur dengan nilai anggaran miliaran rupiah seharusnya dirancang untuk menghadapi kondisi tersebut.

Baca Juga :  Gubernur Suami Noni Belanda Segera Lengser, Hak Angket DPRD Kalimantan Timur Resmi Diterima, Pansus Siap Dibentuk

Masyarakat kini mendesak agar pihak berwenang, termasuk Kejaksaan Tinggi Bengkulu dan aparat penegak hukum, segera melakukan audit terhadap proyek tersebut. Mereka berharap jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran atau penyimpangan, maka dapat diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius dan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan proyek infrastruktur ke depan agar lebih mengedepankan kualitas dan keselamatan masyarakat.

Reporter: Ujang Mahmudin
MediaViral.net

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru