Temuan BPK, RSUD OKU Timur Pakai Dana APBD untuk Family Gathering dan Papan Bunga

Rabu, 30 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKU Timur/Sumatra Selatan, mediaviral.net

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali mengungkap temuan tak sedap dalam pengelolaan anggaran di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) OKU Timur.

Salah satu temuan mencolok adalah penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kegiatan family gathering dan pengeluaran lain yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan rumah sakit.

banner 600x600

Dalam laporan audit tahun anggaran 2024, BPK mencatat bahwa belanja promosi, konsumsi pegawai, dan kegiatan family gathering mencapai total Rp156.083.000,00 dan dinilai tidak sesuai ketentuan. Dari jumlah tersebut, belanja untuk kegiatan family gathering sendiri sebesar Rp100 juta menjadi sorotan utama.

Rangkaian acara dimulai pada 12 hingga 25 Juni 2024, mencakup perlombaan hiburan, jalan santai, hingga puncak acara perayaan HUT RSUD OKU Timur. Meski bertujuan mempererat hubungan antar pegawai dan mitra, kegiatan tersebut dianggap tidak relevan dengan pelayanan medis, sehingga realisasi belanjanya dipandang tidak tepat.

Baca Juga :  Satgas Saber Pungli Kabupaten Lampung Utara Gelar Rapat Hingga Penindakan di Jalinsum Pungli Batu Bara

Selain family gathering, RSUD OKU Timur juga menggunakan APBD untuk membeli papan bunga ucapan senilai Rp11.550.000,00. Menurut BPK, belanja ini tidak berkaitan langsung dengan kegiatan promosi yang mendukung pelayanan rumah sakit, sehingga dinilai pemborosan anggaran.

BPK juga menyoroti sejumlah kegiatan rutin di RSUD seperti senam Jumat pagi dan coffee morning yang dilaporkan menggunakan dana BLUD, namun tidak memiliki relevansi langsung terhadap pelayanan dan output layanan publik.

Tak hanya pada aspek kegiatan, kesalahan penganggaran juga terjadi pada klasifikasi belanja barang dan modal. Di antaranya, pengadaan printer senilai Rp19,02 juta dimasukkan ke dalam belanja barang dan jasa, padahal seharusnya dikategorikan sebagai Belanja Modal Peralatan dan Mesin. Sebaliknya, pengadaan alat kecil seperti gunting, webcam, dan senter senilai Rp2,37 juta justru keliru dicatat sebagai belanja modal, padahal mestinya masuk kategori belanja barang.

Baca Juga :  Harga BBM Rp 30 ribu per Liter, 100 Hari Kerja Gubernur Penghina Melayu Palembang, Rakyat Palembang Darussalam di Bengkulu Ditipu Pendatang

Lebih jauh, BPK juga menemukan kekurangan volume pekerjaan fisik pada proyek Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp38,5 juta, yang menunjukkan lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan proyek infrastruktur di RSUD tersebut.

BPK menyimpulkan bahwa Direktur RSUD OKU Timur kurang cermat dalam melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan di lingkungan rumah sakit. Karena itu, BPK merekomendasikan agar pihak RSUD melakukan pembenahan manajemen pengadaan dan pertanggungjawaban keuangan secara menyeluruh sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Temuan ini menjadi alarm penting bagi pengelolaan rumah sakit berbasis BLUD, bahwa penggunaan dana publik harus fokus pada peningkatan layanan dan akuntabilitas, bukan untuk kegiatan yang bersifat seremonial semata. (Forwako)
mediaviral.net

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru