Mini Lokakarya Puskesmas Banjit Diwarnai Bagi-bagi Uang, Pernyataan Sepihak Kepala Puskesmas Disayangkan

Kamis, 7 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Way Kanan/Lampung, MediaViral.net

Kegiatan lokakarya mini lintas sektoral yang digelar oleh UPT Puskesmas Banjit pada Rabu, 6 Agustus 2025, di ruang pertemuan Puskesmas Banjit menuai sorotan publik. Acara yang seharusnya memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi justru diwarnai dengan praktik bagi-bagi uang kepada peserta, yang memunculkan tanda tanya besar terhadap etika dan transparansi penggunaan anggaran negara.

Praktik tersebut dibenarkan oleh salah satu peserta kegiatan berinisial MZ, yang meminta agar namanya tidak dipublikasikan secara lengkap.

banner 600x600

“Iya benar, ada pembagian uang saat acara. Tapi saya tidak bisa bicara banyak, mohon tidak sebut nama lengkap saya,” ujar MZ kepada tim media.

Baca Juga :  88 Cumlaude dan Wisuda 1003 Lulusan Universitas Malikussaleh

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim investigasi mencoba menghubungi pihak penyelenggara untuk konfirmasi langsung. Namun sangat disayangkan, Kepala UPT Puskesmas Banjit, Wayan Budi, merespons dengan kata mohon izin bapak, kami punya media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram — tanpa memberikan ruang klarifikasi yang sehat dan terbuka.

Respons sepihak ini dinilai tidak mencerminkan semangat transparansi dan pelayanan publik yang profesional.

Baca Juga :  Polri Simalungun Perkuat Jaring Keamanan: Rakernis Reskrim 2025 Satukan Tekad Berantas Narkoba dan Kejahatan Siber Demi Asta Cita

“Pernyataan seperti itu tidak layak disampaikan oleh pejabat yang mengemban amanah untuk melayani masyarakat secara terbuka dan bertanggung jawab,” ujar perwakilan tim media.

Media memiliki peran strategis sebagai pengawas sosial serta penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Penolakan terhadap konfirmasi hanya akan memperbesar kecurigaan dan mengganggu kepercayaan publik.

Diharapkan ke depan, seluruh pejabat publik khususnya dalam sektor pelayanan kesehatan, dapat lebih terbuka, komunikatif, dan menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan kegiatan.

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru