Kayuagung, Sumatera Selatan – MediaViral.net
Realisasi anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 1 Kayuagung tahun 2025 kini menjadi sorotan tajam publik. Dugaan kuat muncul bahwa penggunaan dana tidak sesuai dengan fakta di lapangan, bahkan mengarah pada praktik korupsi dan mark-up anggaran.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi sekolah yang jauh dari kata layak. Sejumlah fasilitas terlihat rusak dan terabaikan. Plafon bangunan tampak jebol, sementara cat dinding kusam dan mengelupas, seolah tidak pernah tersentuh perawatan dalam waktu lama.

Kondisi ini memicu pertanyaan besar dari masyarakat. Pasalnya, anggaran pemeliharaan sekolah dari dana BOS diketahui rutin dikucurkan setiap tahun, bahkan dicairkan setiap triwulan dengan nilai mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
“Anggaran itu jelas ada dan rutin cair. Tapi kenyataannya, fasilitas sekolah tetap rusak. Ini bukan lagi kelalaian biasa, ini patut diduga ada penyimpangan,” ujar Siti, warga Kayuagung, dengan nada kecewa.
Kecurigaan publik semakin menguat. Dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan justru dinilai tidak berdampak signifikan. Dugaan praktik mark-up pun mencuat, seiring tidak adanya perubahan nyata pada kondisi fisik sekolah.
Yang lebih mencurigakan, upaya konfirmasi kepada Kepala SMPN 1 Kayuagung tidak membuahkan hasil. Nomor WhatsApp yang biasa digunakan justru tidak aktif. Sikap tertutup ini semakin memantik spekulasi bahwa ada hal yang tengah disembunyikan dari publik.
Masyarakat kini mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk tidak tinggal diam. Audit menyeluruh terhadap penggunaan dana BOS dinilai mendesak dilakukan guna mengungkap kebenaran.
“Ini uang rakyat, bukan untuk diselewengkan. Harus ada transparansi. Jika benar ada penyimpangan, aparat penegak hukum harus turun tangan,” tegas warga lainnya.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa pengelolaan anggaran pendidikan tidak boleh main-main. Ketika dana publik diduga disalahgunakan, maka yang dirugikan bukan hanya negara, tetapi juga masa depan generasi muda. (mediaviral.net)










