Baru Seumur Jagung, Jembatan Desa Gobang Ambruk! Dalih “Bencana Alam” Picu Tanda Tanya Publik

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Jawa Barat – MediaViral.net

Jembatan penghubung antar kampung di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, yang dibangun melalui Program Samisade tahun 2025, kini menuai sorotan tajam. Pasalnya, bangunan yang belum genap berusia dua bulan itu sudah roboh dan tidak lagi bisa digunakan.

Proyek jembatan dengan panjang 32 meter dan lebar 3 meter tersebut mulai dikerjakan pada 9 September 2025 menggunakan dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Infrastruktur Desa, dan dinyatakan rampung pada 5 Maret 2026. Namun, usia pakainya yang sangat singkat memicu pertanyaan serius terkait kualitas konstruksi.

banner 600x600

Warga pun geram. Jembatan yang menjadi akses vital untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas harian kini berubah menjadi puing yang menyulitkan kehidupan mereka.

Baca Juga :  Gen Z OKI Didorong Magang ke Jepang: Solusi Peluang Global atau Tanda Minimnya Lapangan Kerja?

“Baru juga selesai, sekarang sudah roboh. Kami jadi susah beraktivitas lagi,” keluh salah satu warga.

Sejumlah pihak menilai, robohnya jembatan dalam waktu singkat bukan sekadar persoalan cuaca ekstrem. Dugaan lemahnya konstruksi hingga perencanaan yang tidak matang mulai mencuat ke permukaan.

Sorotan publik semakin menguat ketika transparansi penggunaan anggaran proyek ini dipertanyakan. Warga mendesak adanya audit terbuka serta evaluasi menyeluruh dari pemerintah Kabupaten Bogor.

Di tengah kritik yang mengemuka, Kepala Desa Gobang, Alawi, memberikan penjelasan. Ia menyebut kerusakan bermula saat banjir besar pada Sabtu (4/4), yang menggerus bagian pondasi hingga menyebabkan tiang penyangga hanyut.

“Awalnya belum ambruk total, tapi bagian bawah tiang penyangga sudah hilang terbawa arus air,” ujarnya, Kamis (16/4).

Baca Juga :  Guna Menjaga Kondisi Prima Dalam Bertugas, Polres Kobar Melaksanakan Jalan Santai Bersama

Alawi menegaskan bahwa insiden ini murni akibat bencana alam yang tidak dapat diprediksi.

“Bencana alam tidak ada yang tahu kapan datang. Tidak ada yang bisa menahannya,” tegasnya.

Namun, pernyataan tersebut justru memunculkan tanda tanya baru di tengah masyarakat. Jika benar disebabkan faktor alam, apakah perencanaan dan spesifikasi teknis pembangunan sudah memperhitungkan potensi risiko banjir?

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi kualitas pembangunan infrastruktur desa. Publik kini menanti langkah tegas pemerintah daerah untuk mengusut tuntas penyebab ambruknya jembatan—bencana alam semata, atau ada faktor lain yang selama ini luput dari pengawasan. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru