Gen Z OKI Didorong Magang ke Jepang: Solusi Peluang Global atau Tanda Minimnya Lapangan Kerja?

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKI, Sumatera Selatan — MediaViral.net

Program pelatihan kerja yang digagas Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk membuka peluang magang ke Jepang bagi generasi muda mulai menarik perhatian publik. Program ini dinilai sebagai langkah maju, namun juga memunculkan pertanyaan tentang kondisi lapangan kerja di daerah.

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan upaya strategis untuk meningkatkan daya saing generasi muda di tingkat internasional.

banner 600x600

“Kesempatan magang ke Jepang ini sangat besar, tetapi harus diimbangi dengan kemampuan yang memadai,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah persaingan global yang semakin ketat, generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan kemauan, tetapi juga harus memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Baca Juga :  PT Surya Ogan Nabati berikan bantuan CSR kepada Pondok Pesantren Al Hidayat

Pelatihan yang dilaksanakan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) OKI ini diikuti oleh 32 peserta. Mereka dibagi ke dalam dua bidang, yaitu otomotif dan bahasa Jepang, sebagai bekal utama untuk menghadapi dunia kerja di luar negeri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OKI, Antonio Romadhon, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi angka pengangguran.

“Kami berharap generasi muda OKI tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang di luar negeri,” katanya.

Baca Juga :  Persiapan Milad Kesultanan Banten ke 5 Abad 500 Tahun Lesultanan Banten Sekaligus Pengukuhan Laskar Kesultanan Banten

Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali dengan pembinaan mental, kedisiplinan, dan wawasan global. Hal ini dinilai penting agar mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional.

Meski demikian, sebagian pihak menilai program ini perlu diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat. Dengan jumlah peserta yang masih terbatas, program ini diharapkan tidak hanya menjadi langkah awal, tetapi dapat berkelanjutan dan berdampak luas.

Pemerintah Kabupaten OKI pun berharap, melalui program ini, generasi muda dapat berkembang menjadi tenaga kerja yang mandiri, kompeten, dan mampu membawa pengalaman internasional untuk kemajuan daerah. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru