Kayuagung, OKI, Sumatera Selatan – MediaViral.net
Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di SMAN 1 Kayuagung menjadi sorotan publik. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar justru diduga membebani siswa dengan berbagai pungutan yang dilakukan secara rutin setiap minggu.
Berdasarkan informasi dari sumber yang enggan disebutkan namanya, pungutan dilakukan dalam berbagai bentuk. Mulai dari iuran yang tidak memiliki kejelasan dasar, kas OSIS yang disebut sebagai kontribusi sukarela, hingga kegiatan Rohis setiap hari Kamis yang juga dikemas sebagai sumbangan sukarela, namun diduga bersifat wajib.

“Setiap minggu ada saja pungutan. Meski disebut sukarela, kenyataannya siswa merasa harus membayar,” ujar sumber tersebut.
Selain itu, muncul dugaan penjualan buku pelajaran kepada siswa dengan harga tertentu. Buku Ekonomi disebut dijual seharga Rp35 ribu, sedangkan buku Kimia mencapai Rp40 ribu per buku. Kondisi ini dinilai menambah beban bagi orang tua siswa.
Warga Kayuagung, Siti Aisyah, meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan untuk segera turun tangan.
“Kami berharap ada pengawasan langsung. Jangan sampai siswa terus dibebani pungutan yang tidak jelas. Pendidikan harus bisa diakses tanpa tekanan biaya tambahan yang memberatkan,” ujarnya.
Sementara itu, praktisi hukum H. Alfan Sari menegaskan bahwa setiap bentuk pungutan yang tidak sesuai aturan berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003.
Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang harus dijamin tanpa adanya beban tambahan yang tidak sah.
“Jika ada pungutan yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas atau bersifat memaksa, maka hal tersebut harus ditindak. Pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan pendidikan berjalan secara adil dan terjangkau,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa praktik semacam ini dapat berdampak pada kondisi ekonomi keluarga siswa, terutama bagi mereka yang kurang mampu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh informasi yang berimbang. (mediaviral.net)










