Lampung Utara | MediaViral.net
Aroma dugaan penyimpangan Dana Desa kembali mencuat. Kali ini terjadi di Desa Simpang Abung, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara. Kepala Desa Simpang Abung menjadi sorotan tajam masyarakat setelah muncul dugaan penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 yang tidak transparan.
Isu yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan bahwa kepala desa diduga melakukan rehabilitasi rumah pribadi serta pembelian kendaraan roda empat yang patut diduga bersumber dari Dana Desa. Dugaan ini memicu keresahan warga yang mempertanyakan pengelolaan anggaran desa.

Berdasarkan data anggaran yang beredar, sejumlah pos kegiatan dinilai janggal dan berpotensi terjadi pemborosan bahkan penyimpangan. Salah satunya adalah anggaran penyelenggaraan informasi publik desa yang muncul dua kali dengan nilai Rp10.000.000 dan Rp2.600.000.
Selain itu, terdapat anggaran pembangunan sumber air bersih milik desa yang mencapai Rp238.856.500. Nilai tersebut tergolong besar, namun masyarakat mempertanyakan realisasi fisik di lapangan yang dinilai tidak sebanding.
Tak hanya itu, kegiatan musyawarah desa tercatat berulang kali dengan nominal berbeda-beda, seperti Rp1.894.000, Rp1.916.000, Rp1.546.000 hingga Rp2.841.000. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pengulangan anggaran yang berpotensi menjadi celah penyalahgunaan.
Di sisi lain, anggaran penyertaan modal sebesar Rp143.500.000 serta dana keadaan mendesak sebesar Rp50.400.000 juga menjadi perhatian publik. Warga menilai penggunaan anggaran tersebut belum disampaikan secara terbuka.
Beberapa kegiatan lain seperti pembangunan jalan lingkungan sebesar Rp42.018.000, pemeliharaan prasarana jalan Rp4.030.000, serta berbagai kegiatan pelatihan dan pembinaan juga turut dipertanyakan transparansinya.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai pemerintah desa tidak terbuka dalam menyampaikan laporan penggunaan Dana Desa kepada masyarakat.
“Kalau memang anggaran itu digunakan sesuai aturan, kenapa tidak dipublikasikan secara jelas? Kami hanya ingin transparansi,” ujarnya.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan audit dan investigasi mendalam terhadap penggunaan Dana Desa di Simpang Abung.
Jika terbukti adanya penyimpangan, warga berharap ada tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku agar tidak merugikan keuangan negara dan masyarakat desa.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Simpang Abung belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. (mediaviral.net)










