1 Ton BBM Ilegal Diselundupkan di KM Entino 1! Syahbandar Bongkar, Tapi Siapa “Pemain Besarnya”?

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Telukdalam, Nias Selatan, Sumatera Utara | MediaViral.net

Skandal distribusi bahan bakar minyak (BBM) kembali mencuat di wilayah kepulauan. Kali ini, sekitar 1 ton BBM ilegal diduga hendak diselundupkan menggunakan kapal kayu KM Entino 1, sebelum akhirnya dibongkar oleh petugas Syahbandar Telukdalam di Pelabuhan Lama, Rabu (15/4/2026).

Temuan ini bukan sekadar pelanggaran administratif biasa. Lima drum besar berisi solar tanpa dokumen resmi ditemukan bercampur dengan puluhan drum BBM legal milik PLN dan nelayan. Modus ini memicu dugaan adanya praktik “penyelipan” barang ilegal di balik muatan resmi.

banner 600x600

“Tidak memiliki dokumen, langsung kami turunkan,” ujar petugas Syahbandar, Suatujanziman Laia.

Namun publik bertanya, bagaimana mungkin BBM ilegal bisa lolos hingga tahap muat kapal? Apakah ini murni kelalaian, atau ada sesuatu yang sengaja “dibiarkan”?


Kapal Tak Layak, Tapi Tetap Jalan: Pelanggaran SOP Terang-terangan?

Fakta yang lebih mengejutkan terungkap dari pengakuan pihak otoritas sendiri. Kapal kayu KM Entino 1 disebut tidak layak mengangkut BBM, apalagi bahan berbahaya, karena tidak memenuhi standar sesuai aturan PP Nomor 28 Tahun 2025 (KBLI 5013).

Baca Juga :  Dana Rp127 Juta Diduga “Raib”, Ternak Itik Desa Campang Gijul Hanya 30 Ekor Setelah Setahun

Namun alih-alih dihentikan total, kapal tersebut justru tetap direkomendasikan beroperasi.

“Memang tidak sesuai aturan, tapi tetap direkomendasikan karena kebutuhan listrik masyarakat,” kata Kepala UPP Telukdalam, Eneas Wate.

Pernyataan ini langsung memicu kontroversi. Sejak kapan pelanggaran SOP bisa dibenarkan atas nama kebutuhan? Jika aturan bisa “dilonggarkan”, maka celah penyelundupan semakin terbuka lebar.


BBM Ilegal Diselipkan di Tengah Muatan Resmi: Kebetulan atau Pola?

Di dalam kapal yang sama, ditemukan 72 drum BBM milik PLN dan 10 drum untuk nelayan dengan dokumen lengkap. Namun di antara itu, terselip 5 drum ilegal tanpa identitas.

Kondisi ini menimbulkan kecurigaan serius:

Apakah ini hanya satu kali kejadian?

Atau sudah menjadi pola yang berulang dan sistematis?

Siapa pemilik sebenarnya BBM ilegal tersebut?

Lebih jauh, belum ada penjelasan tegas mengenai asal-usul BBM ilegal maupun pihak yang harus bertanggung jawab.


Pengawasan Dipertanyakan, Potensi “Main Mata” Mengemuka

Kasus ini membuka dugaan adanya kelemahan serius dalam pengawasan pelabuhan, bahkan memunculkan spekulasi liar soal kemungkinan keterlibatan oknum.

Baca Juga :  Skandal MFF Meledak! Eks Kadishub dan Kadiskop Medan Diseret ke Meja Hijau, Sidang Perdana Digelar Besok

Pasalnya, BBM ilegal tersebut sudah berada di atas kapal dan hampir diberangkatkan. Artinya, proses pengawasan sebelumnya patut dipertanyakan.

Apakah ini sekadar kecolongan?
Atau ada praktik “main mata” yang selama ini luput dari sorotan?


Jangan Sampai Hanya Berhenti di Pembongkaran

Hingga kini, barang bukti masih berada di Pelabuhan Lama Telukdalam. Namun publik menilai, membongkar BBM ilegal saja tidak cukup.

Yang lebih penting adalah:

Mengungkap siapa aktor di balik distribusi ilegal ini

Menelusuri jaringan distribusi BBM di wilayah kepulauan

Menindak tegas jika ada pelanggaran, tanpa kompromi

Jika tidak, kasus ini dikhawatirkan hanya akan menjadi drama sesaat tanpa penyelesaian, sementara praktik serupa terus berulang di balik layar.


Pertanyaan Besar yang Belum Terjawab

Kasus KM Entino 1 kini menyisakan satu pertanyaan besar:

Apakah ini benar-benar hanya pelanggaran kecil, atau bagian dari skema besar distribusi BBM ilegal di wilayah kepulauan?

Publik menunggu keberanian aparat untuk membuka semuanya — bukan sekadar menghentikan di permukaan. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Jalinsum Jadi “Jalur Maut”, Pengerukan Aspal Dibiarkan, Nyawa Melayang di Sumber Jaya
Diduga Jadi “Sarang Narkoba”, Lapas Kayuagung Diguncang Isu Suap Rp200 Juta: Oknum KPLP YP Diseret ke Pusaran Skandal
Retret di Akmil, Ketua DPRD Empat Lawang Digembleng: Siap Tegas Kawal Kekuasaan atau Sekadar Seremonial?
Dana BOS Rp45 Juta di SDN Mandaling Cikembar Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan
Free Nutritious Meal Programme: A Strategic Engine for Indonesia’s Economic Power and Global Competitiveness
Dana BOS Rp232 Juta di SDN 1 Citamiang Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan
Baru Seumur Jagung, Jembatan Desa Gobang Ambruk! Dalih “Bencana Alam” Picu Tanda Tanya Publik
Dana Desa Rp1,72 Miliar di Sirnagalih Diduga Jadi Bancakan, LBHK-Wartawan Jabar Siap Laporkan Kades ke Tipikor!

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:40 WIB

Jalinsum Jadi “Jalur Maut”, Pengerukan Aspal Dibiarkan, Nyawa Melayang di Sumber Jaya

Sabtu, 18 April 2026 - 14:42 WIB

Diduga Jadi “Sarang Narkoba”, Lapas Kayuagung Diguncang Isu Suap Rp200 Juta: Oknum KPLP YP Diseret ke Pusaran Skandal

Sabtu, 18 April 2026 - 14:35 WIB

Retret di Akmil, Ketua DPRD Empat Lawang Digembleng: Siap Tegas Kawal Kekuasaan atau Sekadar Seremonial?

Sabtu, 18 April 2026 - 03:01 WIB

Free Nutritious Meal Programme: A Strategic Engine for Indonesia’s Economic Power and Global Competitiveness

Sabtu, 18 April 2026 - 01:33 WIB

Dana BOS Rp232 Juta di SDN 1 Citamiang Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan

Berita Terbaru