Dana Desa Rp1,72 Miliar di Sirnagalih Diduga Jadi Bancakan, LBHK-Wartawan Jabar Siap Laporkan Kades ke Tipikor!

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purwakarta, Jawa Barat – MediaViral.net

Dugaan praktik korupsi kembali mencuat dalam pengelolaan dana desa. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke Pemerintah Desa Sirnagalih, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Total dana desa yang diterima sejak 2024 hingga 2025 mencapai lebih dari Rp1,72 miliar, namun penggunaannya diduga sarat rekayasa dan tidak transparan.

banner 600x600

Advokat LBHK-Wartawan Jawa Barat, Syahrul, SH., MH, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan serius dalam laporan penggunaan dana desa yang disampaikan kepala desa ke kementerian.

“Kami menduga kuat laporan tersebut direkayasa dan berpotensi merugikan keuangan negara,” tegas Syahrul.


Anggaran Fantastis, Realisasi Dipertanyakan

Pada tahun 2025 saja, Desa Sirnagalih menerima dana desa sekitar Rp855 juta, dengan tahap pertama sebesar Rp448 juta lebih. Anggaran tersebut diklaim digunakan untuk berbagai proyek, mulai dari pembangunan jalan, drainase, hingga penyertaan modal BUMDes.

Baca Juga :  Polsek Bosar Maligas Aktif Latih Paskibra Siswa SMAN 1 Ujung Padang Sambut HUT RI ke-80, Kapolsek Tekankan Komitmen Menjaga Kamtibmas

Namun, sejumlah pos anggaran justru menjadi sorotan tajam, di antaranya:

Keadaan Mendesak: Rp100,8 juta

Penyertaan Modal: Rp223 juta

Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Drainase: Rp100 juta lebih

Sementara pada tahun 2024, dana sebesar Rp868 juta juga digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk pembangunan pemakaman desa yang menelan anggaran fantastis Rp196 juta, serta proyek jalan dan irigasi.


Modus Lama, Pola Berulang

LBHK-Wartawan Jabar mengendus sejumlah modus klasik dalam dugaan korupsi dana desa, seperti:

Markup anggaran proyek

Kegiatan fiktif

Penggelapan dana

Pemotongan anggaran

Manipulasi laporan pertanggungjawaban

Tak hanya itu, dugaan adanya sisa dana tahun 2024 yang tidak jelas keberadaannya juga menjadi pertanyaan besar.


Ciri Desa Bermasalah Mulai Terkuak

Menurut Syahrul, kondisi di Sirnagalih mengarah pada ciri-ciri desa rawan korupsi, seperti:

Musyawarah desa hanya formalitas

Tidak adanya transparansi ke masyarakat

Proyek tanpa papan informasi

Baca Juga :  Pastikan Kondisi Kesehatan Personel, Kapolres Kobar Bersama Jajaran Ikuti Rikkeska Jelang Kesiapan Pilkada 2024

BUMDes tidak berjalan meski digelontor dana besar

BPD dinilai pasif dalam pengawasan

Bahkan, warga mengaku kepala desa sulit ditemui dan dinilai tidak terbuka soal penggunaan anggaran.


LBHK Siap Seret ke Ranah Hukum

Tak main-main, LBHK-Wartawan Jawa Barat menyatakan tengah mengumpulkan alat bukti untuk melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum, mulai dari Tipikor Polres Purwakarta hingga Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

“Jika terbukti, siapa pun yang terlibat wajib diproses hukum dan dipenjara,” tegas Syahrul.


Kades Menghilang, Publik Menunggu Jawaban

Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Sirnagalih belum membuahkan hasil. Saat didatangi ke kantor desa, yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Sementara itu, masyarakat berharap ada keterbukaan dan penegakan hukum yang tegas agar dana desa benar-benar digunakan untuk kesejahteraan, bukan justru menjadi ajang bancakan.


(mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Dana BOS Rp45 Juta di SDN Mandaling Cikembar Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan
Free Nutritious Meal Programme: A Strategic Engine for Indonesia’s Economic Power and Global Competitiveness
Dana BOS Rp232 Juta di SDN 1 Citamiang Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan
Baru Seumur Jagung, Jembatan Desa Gobang Ambruk! Dalih “Bencana Alam” Picu Tanda Tanya Publik
Darurat Korupsi Desa, Ratusan Kepala Desa Terseret Kasus
“Serbu” Jakarta! Bupati Lampung Barat Desak Kerja Sama dan Bantuan, DKI Tak Bisa Lagi Tutup Mata
Trinusa Pesisir Barat Siap “Kepung” KPK 21 April 2026, Bawa Dugaan Korupsi Daerah ke Pusat
Air Mata Haru di Abepura: Saat Polisi Tak Datang dengan Senjata, Tapi Membawa Kepedulian untuk Anak Papua

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 05:34 WIB

Dana BOS Rp45 Juta di SDN Mandaling Cikembar Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan

Sabtu, 18 April 2026 - 03:01 WIB

Free Nutritious Meal Programme: A Strategic Engine for Indonesia’s Economic Power and Global Competitiveness

Sabtu, 18 April 2026 - 01:33 WIB

Dana BOS Rp232 Juta di SDN 1 Citamiang Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan

Sabtu, 18 April 2026 - 01:09 WIB

Baru Seumur Jagung, Jembatan Desa Gobang Ambruk! Dalih “Bencana Alam” Picu Tanda Tanya Publik

Sabtu, 18 April 2026 - 00:25 WIB

Darurat Korupsi Desa, Ratusan Kepala Desa Terseret Kasus

Berita Terbaru