BPS dan PLN “Sisir” Rumah Warga Simalungun, Data Pribadi Dikorek Hingga Detail: Program atau Ancaman Privasi?

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simalungun, Sumatera Utara – MediaViral.net

Langkah Badan Pusat Statistik Kabupaten Simalungun bersama PT PLN (Persero) kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, kegiatan ground check (GC) data pelanggan listrik yang diklaim sebagai program pemutakhiran data justru dinilai sebagian pihak sebagai “pengumpulan data besar-besaran” yang menyentuh ranah privat warga.

Sejak Maret hingga Agustus 2026, petugas yang disebut telah dilatih itu turun langsung dari rumah ke rumah, mengetuk pintu warga dan meminta berbagai data yang tergolong sangat sensitif. Tidak tanggung-tanggung, data yang diminta meliputi:

banner 600x600

Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Nomor handphone pribadi

Titik koordinat rumah (geotag)

Foto fisik bangunan

Status kepemilikan rumah

Jumlah anggota keluarga dalam satu atap

Baca Juga :  “Jangan Tebang Pilih!” Kejati Lampung Disorot, Publik Desak Pejabat Aktif Juga Disikat

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat:
apakah ini sekadar pendataan, atau justru bentuk penetrasi data yang berlebihan?

Dalam surat resmi tertanggal 12 Maret 2026, BPS menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi data kelistrikan nasional. Namun, publik menilai penjelasan tersebut belum cukup menjawab kekhawatiran mendasar:
bagaimana keamanan data tersebut dijamin? dan siapa yang benar-benar mengawasi penggunaannya?

Lebih mencengangkan lagi, proses pengumpulan dilakukan secara langsung ke rumah warga. Artinya, masyarakat dihadapkan pada situasi di mana mereka harus memilih antara patuh atau curiga saat diminta menyerahkan identitas pribadi kepada petugas yang belum tentu mereka kenal.

Baca Juga :  Skandal Pasar Kayuagung Menguak: Dugaan “Permainan Uang Kios” Seret Oknum Dinas, PAD Diduga Menguap

Meski pihak BPS mengimbau masyarakat untuk kooperatif, tidak sedikit warga yang mulai merasa “tertekan secara halus” karena khawatir dianggap menghambat program pemerintah jika menolak memberikan data.

Di sisi lain, belum terlihat adanya penjelasan rinci yang benar-benar transparan terkait mekanisme perlindungan data, penyimpanan, hingga potensi penyalahgunaan informasi pribadi tersebut.

Program ini memang disebut sebagai langkah strategis untuk mendukung pembangunan berbasis data. Namun, tanpa jaminan perlindungan yang jelas, kegiatan ini berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik yang justru kontraproduktif.

Pertanyaannya kini semakin tajam: apakah negara sedang memperbaiki data, atau justru membuka celah risiko kebocoran privasi warganya sendiri? (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru