Pengolahan Sampah Menjadi Karya Berdaya Guna di SD Negeri 1 Metro Selatan

Kamis, 29 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

METRO/LAMPUNG, MEDIA VIRAL.ID


Permasalahan lingkungan akibat penumpukan sampah terus terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Maraknya sampah di lingkungan masyarakat dapat diatasi salah satunya dengan melakukan daur ulang sampah.

Oleh sebab itu diselenggarakannya kegiatan proyek kepemimpinan yang bertajuk “Pengolahan Sampah Menjadi Karya Berdaya Guna di SD Negeri 1 Metro Selatan” oleh Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2024 Universitas Lampung, Kelompok 3 Kelas B PGSD FKIP Kampus B. Proyek ini ditargetkan bagi peserta didik kelas V di SD Negeri 1 Metro Selatan dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran cinta lingkungan sejak dini. Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa, penting sekali menanamkan sikap peduli terhadap lingkungan agar nantinya menjadi kebiasaan baik bagi mereka untuk menjaga lingkungan. Proyek ini juga dapat mengembangkan kreativitas dan inovasi peserta didik SD Negeri 1 Metro Selatan dalam menciptakan karya berdaya guna dari barang bekas.

banner 600x600

Proyek yang dilaksanakan pada tanggal 6-7 Agustus 2024 ini dihadiri oleh kepala sekolah dan dewan guru serta peserta didik SD Negeri 1 Metro Selatan.

Baca Juga :  Kades Bancar Ingatkan Pentingnya PSN, Bukan Fogging!

“Harapan kami proyek pengolahan limbah ini dapat memberikan manfaat bagi peserta didik dengan menambah pengetahuan dan keterampilan mereka mengenai pengolahan sampah”.Ujar Ibu Anila Wati, S.Pd.,SD selaku Kepala SD Negeri 1 Metro Selatan.

Pengolahan sampah ini dimulai dari mengenalkan pada peserta didik jenis-jenis sampah seperti jenis sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari bahan-bahan hayati atau alam. Sampah ini mudah terurai dengan sendirinya seperti cangkang telur, daun kering, dan sisa-sisa sayuran. Akan tetapi jika sampah tersebut tidak dibuang dengan benar, maka akan menimbulkan bau tidak sedap. Sedangkan, sampah anorganik adalah sampah yang tidak berasal dari bahan-bahan hayati atau alam dan tidak mudah terurai. Sampah anorganik biasanya dibuat dari bahan-bahan sintetis atau hasil olahan manusia, seperti botol plastik, kertas, kaca dan karet.

Proyek ini memanfaatkan limbah dari lingkungan sekitar peserta didik, seperti botol plastik, kertas HVS bekas, dan cangkang telur. Dalam proyek ini, siswa dilatih untuk mendaur ulang sampah menjadi barang yang berguna dan dekoratif. Misalnya, botol plastik diubah menjadi keranjang untuk gelas, cangkang telur diolah menjadi bunga hias yang menarik, dan kertas HVS bekas diubah menjadi vas bunga. Selama pelaksanaan proyek, peserta didik sangat antusias mengikuti setiap tahap dari proses daur ulang. Mereka terlibat aktif dari pengumpulan limbah hingga pembuatan karya akhir, menunjukkan minat dan semangat yang tinggi dalam setiap langkah. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis dalam pengolahan sampah tetapi juga meningkatkan kreativitas dan kesadaran lingkungan mereka, membantu mereka memahami pentingnya mendaur ulang dan memanfaatkan kembali barang bekas yang ada di sekitar mereka.

Baca Juga :  Sebut Nama Jurnalis dengan Nada Pengancaman, IJP Lampung Serukan Solidaritas dan Laporkan Kadis PSDA

Secara keseluruhan, proyek ini mendukung prinsip keberlanjutan dengan mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan dan memanfaatkan sampah sebagai bahan baku untuk membuat karya berdaya guna.
(media-viral.id)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru