Peran Pers dalam Kemerdekaan Indonesia: Dari Pena Perlawanan hingga Penjaga Demokrasi

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilegon, Banten | MediaViral.net

Memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia pada Minggu (3/5/2026), kita tidak cukup hanya merayakan. Momentum ini seharusnya menjadi refleksi mendalam: dari mana pers Indonesia berasal dan ke mana arah perjuangannya hari ini.

Sejarah mencatat, kemerdekaan Indonesia tidak hanya diperjuangkan dengan bambu runcing dan diplomasi, tetapi juga dengan tulisan. Pers adalah alat perlawanan. Media cetak pada masa penjajahan menjadi ruang untuk menyusun kesadaran kolektif, menyebarkan semangat nasionalisme, dan melawan dominasi informasi kolonial.

banner 600x600

Tokoh-tokoh pergerakan memahami betul bahwa penjajahan bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal pikiran. Maka lahirlah surat kabar yang menjadi corong perjuangan, meski harus berhadapan dengan sensor, intimidasi, bahkan pemenjaraan. Di titik itu, pers bukan sekadar penyampai berita, tetapi juga penggerak revolusi.

Namun, setelah kemerdekaan diraih, tantangan pers tidak serta-merta selesai. Justru di era kemerdekaan, ujian terbesar adalah menjaga independensi di tengah kekuasaan. Pers harus berani mengkritik, tetapi tetap berpijak pada fakta. Pers harus tajam, namun tidak menjadi alat kepentingan.

Baca Juga :  Darurat Korupsi Desa, Ratusan Kepala Desa Terseret Kasus

Hari ini, kita dihadapkan pada realitas yang lebih kompleks. Arus informasi begitu deras, tetapi tidak semuanya benar. Kebebasan pers sering disalahartikan sebagai kebebasan tanpa tanggung jawab. Di sisi lain, tekanan terhadap jurnalis masih terjadi, baik secara halus melalui kepentingan ekonomi dan politik, maupun secara langsung melalui intimidasi.

Di sinilah letak pentingnya integritas.

Pers yang merdeka bukan hanya bebas menulis, tetapi juga berani menjaga kebenaran. Tidak tunduk pada tekanan, tidak tergoda kepentingan, dan tidak mengkhianati publik. Sebab pada akhirnya, pers adalah pilar keempat demokrasi—penyeimbang kekuasaan, pengawas kebijakan, dan suara rakyat yang tidak terdengar.

Baca Juga :  Hari Bhayangkara Ke-78, Polres Lampung Utara Gelar Bhakti Kesehatan Donor Darah

Kita harus jujur mengakui, tidak semua praktik pers hari ini berjalan ideal. Ada yang terjebak dalam sensasionalisme, ada yang kehilangan independensi, bahkan ada yang menjadi alat propaganda. Ini adalah alarm bagi kita semua bahwa kemerdekaan pers harus terus diperjuangkan, bukan diwarisi begitu saja.

Memperingati Hari Kebebasan Pers bukan sekadar seremoni. Ini adalah panggilan untuk kembali pada ruh perjuangan: keberanian, kejujuran, dan keberpihakan pada keadilan.

Jika dahulu pers menjadi alat untuk merebut kemerdekaan, maka hari ini pers harus menjadi benteng untuk menjaga kemerdekaan itu sendiri.

Karena tanpa pers yang bebas dan berintegritas, demokrasi hanya akan menjadi slogan tanpa makna.

Oleh: Zainal Mutakin
Pimpinan Redaksi Jurnal KUHP. ( mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru