Ketua DPD PAN Way Kanan Siap “Turun Gunung”, Kawal Nasib Petani Tebu hingga ke Presiden

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Way Kanan, Lampung — MediaViral.net

Ketua DPD PAN Way Kanan, Dr. Resmen Kadapi, SH., MH., akhirnya angkat suara dengan nada keras. Ia menyatakan siap “turun gunung” mengawal langsung nasib ratusan petani tebu yang kini terjepit ketidakpastian, bahkan jika perlu hingga ke hadapan Presiden.

Pernyataan tegas ini muncul di tengah krisis yang kian mencekik petani tebu mandiri di Way Kanan, yang hingga kini belum mendapatkan kepastian akibat tertundanya proses tebang dan giling.

banner 600x600

“Kami tidak bisa tinggal diam. Ini menyangkut hidup masyarakat kecil. Saya siap turun langsung, bahkan sampai ke Jakarta, jika di daerah tidak ada solusi,” tegas Resmen, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan sudah menyentuh aspek keadilan bagi petani yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Baca Juga :  Trinusa Pesisir Barat Siap “Kepung” KPK 21 April 2026, Bawa Dugaan Korupsi Daerah ke Pusat

Resmen mengungkapkan, langkah awal yang akan dilakukan adalah menggelar konsolidasi besar-besaran bersama para petani. Dari situ, akan diputuskan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan membawa persoalan ini ke level nasional.

“Kita akan dengar langsung jeritan petani. Kalau Kejati dan Gubernur tidak mampu menyelesaikan, maka PAN akan all out mendampingi petani menghadap Presiden,” ujarnya dengan nada serius.

Seperti diketahui, polemik ini mencuat setelah PT Pemuka Sakti Manis Indah (PT PSMI) menunda jadwal tebang dan giling. Penundaan tersebut diduga berkaitan dengan persoalan hukum yang kini membelit perusahaan.

Dampaknya tidak main-main. Ratusan petani kini berada di ujung tanduk kerugian. Tebu yang seharusnya segera dipanen justru dibiarkan terlalu lama di lahan, menyebabkan penurunan kadar gula yang berimbas langsung pada jatuhnya harga jual.

Baca Juga :  Buronan Polisi, Pelaku Pembacokan Sadis di Cianjur Masih Dalam Pelarian

Situasi ini memantik kemarahan dan keresahan luas. Petani bukan hanya kehilangan potensi keuntungan, tetapi juga dihantui ancaman gagal panen dan kerugian berkepanjangan.

“Jangan sampai petani dijadikan korban. Negara tidak boleh abai. Ini harus segera ada solusi konkret,” tegas Resmen.

Ia juga mengingatkan, jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa kejelasan, maka bukan tidak mungkin akan memicu gejolak sosial di tengah masyarakat.

Kini, sorotan publik tertuju pada pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pihak perusahaan. Masyarakat menunggu, apakah akan ada langkah nyata… atau justru petani kembali menjadi pihak yang dikorbankan. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru