Simalungun, Sumatera Utara — MediaViral.net
Warga Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, dibuat geram. Sebuah toko elektronik dan perabot yang seharusnya menjadi tempat usaha biasa, diduga berubah drastis saat malam tiba menjadi tempat hiburan malam (THM), Senin (4/5/2026).
Siang hari terlihat normal layaknya toko pada umumnya. Namun saat malam turun, suasana berubah mencolok. Aktivitas karaoke hingga larut malam diduga berlangsung bebas, memicu keresahan dan kemarahan warga sekitar.

Pantauan di lokasi menunjukkan papan bertuliskan “Anda Karaoke” terpampang terang dengan daftar tarif room. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat—apakah ini masih toko, atau sudah berubah fungsi sepenuhnya?
Arus keluar-masuk pengunjung di malam hari pun semakin memperkuat dugaan tersebut. Warga menilai aktivitas ini sudah sangat meresahkan dan tidak bisa lagi dianggap sepele.
Tokoh masyarakat dan tokoh agama pun angkat bicara dengan nada keras. Mereka menilai kondisi ini bukan hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga berpotensi membawa dampak buruk bagi lingkungan, terutama generasi muda.
“Ini bukan lagi sekadar pelanggaran kecil. Ini sudah terang-terangan. Siang jualan, malam berubah total. Kami tidak bisa diam lagi,” tegas salah satu warga.
Situasi semakin memanas dengan beredarnya dugaan adanya pembiaran oleh oknum tertentu. Meski belum terbukti, isu ini membuat warga semakin curiga dan mempertanyakan pengawasan dari pihak terkait.
Desakan kini memuncak. Warga menuntut aparat penegak hukum dan pemerintah setempat segera turun tangan. Mereka meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap izin usaha serta aktivitas operasional tempat tersebut.
Jika terbukti terjadi penyalahgunaan izin atau pelanggaran aturan, masyarakat mendesak agar tindakan tegas tanpa kompromi segera dilakukan.
“Jangan sampai lingkungan kami rusak karena praktik berkedok usaha. Kami butuh ketegasan, bukan pembiaran,” ujar warga lainnya.
Kini, sorotan publik tertuju pada aparat dan pemerintah setempat. Akankah ada tindakan nyata, atau justru kasus ini kembali tenggelam tanpa kejelasan?
Masyarakat menunggu—dan kesabaran mereka mulai menipis. (mediaviral.net)










