Masyarakat Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — MediaViral.net

Warga Gampong Tanjong Glumpang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, memberikan klarifikasi tegas terkait pemberitaan sejumlah media mengenai dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran dana bantuan hidup (jadup) sebesar Rp120 ribu per jiwa yang dikaitkan dengan geuchik setempat.

Melalui video yang beredar di tengah masyarakat, warga secara langsung membantah informasi tersebut. Mereka menegaskan bahwa tidak pernah terjadi praktik pungli seperti yang diberitakan, serta menyebut informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

banner 600x600

Dalam pernyataannya, warga menyampaikan bahwa dana yang terkumpul bukanlah hasil pungutan yang bersifat wajib, melainkan bentuk partisipasi sukarela dari masyarakat.

Baca Juga :  Polres OKI Gelar Sosialisasi HAM Dari Divisi Hukum Mabes Polri dan Audiensi Pembahasan PT. SWA Desa Sungai Sodong

“Dana yang kami berikan itu murni atas dasar keikhlasan dan kebersamaan, bukan karena adanya paksaan dari pihak manapun,” ungkap salah satu warga.

Warga juga menjelaskan bahwa kontribusi tersebut merupakan wujud solidaritas antar masyarakat untuk mendukung kebutuhan bersama di tingkat gampong. Hal tersebut dinilai sebagai budaya gotong royong yang telah lama berlangsung, bukan sebagai pungutan yang dibebankan oleh aparatur desa.

Di sisi lain, Camat Baktiya, Bakhtiar, saat dikonfirmasi wartawan, turut menyampaikan penyesalannya terhadap pemberitaan yang dinilai terburu-buru dalam menarik kesimpulan tanpa melakukan konfirmasi kepada pihaknya.

Baca Juga :  Tiga Asosiasi Media Siber di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama, Perkuat Peran Pers dan Kontrol Sosial

“Sangat disayangkan, seharusnya media mengedepankan asas kemitraan dengan pemerintah setempat sebelum mempublikasikan berita. Hal ini penting agar informasi yang disampaikan berimbang, akurat, dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujar Bakhtiar.

Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat berharap tidak ada lagi kesalahpahaman yang berkembang di publik. Mereka juga mengimbau semua pihak, khususnya dalam menyampaikan informasi, agar lebih bijak, cermat, dan bertanggung jawab sehingga tidak memicu polemik maupun persepsi negatif di kemudian hari. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru