Simalungun, Sumatera Utara – MediaViral.net
Perdagangan — Kesabaran warga Perdagangan tampaknya sudah di ujung batas. Pemadaman listrik yang terjadi berulang-ulang tanpa kejelasan kini bukan lagi sekadar keluhan, melainkan kemarahan kolektif yang terus membesar.
Nama Perusahaan Listrik Negara (PLN), khususnya Unit Layanan Pelanggan (ULP) Perdagangan, menjadi sasaran kritik keras. Warga menilai pelayanan listrik di wilayah mereka kacau, tidak profesional, dan terkesan dibiarkan tanpa solusi nyata.

Di tengah kondisi listrik yang kerap padam tanpa pemberitahuan, masyarakat justru tetap dipaksa patuh membayar tagihan. Ironisnya, keterlambatan sedikit saja langsung diganjar denda tanpa kompromi.
“Listrik mati terus, tapi bayar harus tepat waktu. Kalau telat, kami didenda. Ini bukan pelayanan, ini penindasan!” ujar T, salah satu warga, dengan nada geram, Senin (27/04/2026).
Kondisi ini memicu dugaan kuat adanya ketimpangan pelayanan yang merugikan masyarakat kecil. Warga mempertanyakan komitmen PLN dalam memberikan layanan dasar yang seharusnya menjadi hak publik.
Bukan hanya mengganggu kenyamanan, pemadaman listrik yang tak menentu ini telah melumpuhkan berbagai sektor. Usaha kecil merugi, aktivitas rumah tangga terganggu, hingga kepercayaan publik terhadap institusi penyedia listrik negara terus tergerus.
“Kalau rakyat telat bayar, langsung kena sanksi. Tapi kalau PLN gagal melayani, siapa yang bertanggung jawab?” sindir warga lainnya.
Desakan pun semakin keras. Masyarakat meminta pemerintah dan aparat penegak hukum tidak tutup mata terhadap persoalan ini. Evaluasi menyeluruh hingga sanksi tegas dinilai perlu jika terbukti ada kelalaian atau pembiaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak ULP Perdagangan dari PLN masih belum memberikan klarifikasi resmi. Sikap diam ini justru semakin memperkuat kekecewaan dan kecurigaan publik.
Warga kini tidak hanya menuntut listrik menyala, tetapi juga keadilan dalam pelayanan. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin gelombang protes akan semakin membesar. (mediaviral.net)










