AJP Soroti Borok Dana Ketahanan Pangan Sinar Jaya: Direktur BUMDesa Mangkir, Pengawas Dinilai Mandul

Jumat, 1 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Barat – MediaViral.net

Aliansi Jurnalis Persada (AJP) Lampung Barat mengecam keras dugaan penggelapan Dana Desa sektor ketahanan pangan Tahun Anggaran 2025 di Pekon Sinar Jaya, Kecamatan Air Hitam.

Program peternakan ayam senilai Rp140 juta tersebut kini menjadi sorotan setelah Direktur BUMDes Sinar Maju diduga menggunakan dana puluhan juta rupiah untuk kepentingan pribadi serta mangkir dari tanggung jawab.

banner 600x600

Berdasarkan hasil investigasi AJP, dari total anggaran Rp140 juta yang dikucurkan dalam dua tahap, Direktur BUMDesa mengakui adanya penggunaan dana sebesar Rp40,9 juta untuk kepentingan pribadi. Ironisnya, meskipun telah membuat surat pernyataan kesanggupan untuk mengembalikan dana pada 30 April 2026, yang bersangkutan justru tidak memenuhi panggilan resmi pemerintah pekon.

Baca Juga :  Kapolres Kobar Berikan Arahan dan Semangat Serta Motivasi Kepada Siswa Latja

Ketua DPC AJP Lampung Barat, Sugeng Purnomo, menilai persoalan ini tidak hanya melibatkan pengurus BUMDesa, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan dari pihak terkait, termasuk Pj. Peratin, Camat Air Hitam, dan Pendamping Desa.

“Sangat tidak masuk akal jika Pj. Peratin mengaku tidak mengetahui atau tidak memegang RAB program tersebut. Ini menunjukkan lemahnya manajemen dan pengawasan. Camat dan Pendamping Desa seharusnya aktif mengawasi, bukan justru terkesan membiarkan,” ujar Sugeng dalam pernyataan resminya, Jumat (1/5/2026).

Desak APH Bertindak dan Tunda Pencairan Dana

Menyikapi kondisi tersebut, AJP akan segera menyurati Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan audit investigatif secara menyeluruh. AJP juga menduga adanya indikasi praktik korupsi dalam pengadaan bibit ayam yang hingga kini belum jelas realisasinya, meskipun kandang telah dibangun.

Baca Juga :  Satgas Saber Pungli Kabupaten Lampung Utara Gelar Rapat Hingga Penindakan di Jalinsum Pungli Batu Bara

Selain itu, AJP meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) agar menunda rekomendasi pencairan dana tahap berikutnya bagi Pekon Sinar Jaya.

“Kami meminta agar pencairan dana berikutnya ditunda sampai laporan pertanggungjawaban Dana Desa Tahun 2025 diselesaikan secara jelas dan transparan. Jangan sampai anggaran baru dicairkan sementara permasalahan lama belum tuntas,” tegas Sugeng.

AJP menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga dana yang diduga disalahgunakan dapat dikembalikan serta pihak-pihak yang terlibat mendapatkan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Diduga “Damai Berbayar” Rp60 Juta Berujung Sengketa, Kuasa Hukum Laporkan ke Polda Lampung
Listrik Padam Sejak Siang, Warga Perumahan Seribu Keluhkan Minim Informasi
Kapolres Pimpin Upacara Sertijab Kasat Reskrim di Aula Adhi Pradana Polres Way Kanan
Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan Hadiri Rembuk Tani Swasembada Pangan di Bengkulu
May Day 2026 di Simalungun: Bupati Tegas, Buruh Tuntut Keadilan Nyata
Ketua Kesti TTKDH Lampung Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang May Day 2026
SMKN 1 Ulu Sungkai Jadi Sorotan, Kondisi Gedung Diduga Terbengkalai Selama Bertahun-tahun
Jemput Bola, Satgas TMMD Kodim 0402/OKI Berikan Layanan Kesehatan Gratis dari Rumah ke Rumah

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:08 WIB

Diduga “Damai Berbayar” Rp60 Juta Berujung Sengketa, Kuasa Hukum Laporkan ke Polda Lampung

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:02 WIB

Listrik Padam Sejak Siang, Warga Perumahan Seribu Keluhkan Minim Informasi

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:58 WIB

Kapolres Pimpin Upacara Sertijab Kasat Reskrim di Aula Adhi Pradana Polres Way Kanan

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:50 WIB

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan Hadiri Rembuk Tani Swasembada Pangan di Bengkulu

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:44 WIB

AJP Soroti Borok Dana Ketahanan Pangan Sinar Jaya: Direktur BUMDesa Mangkir, Pengawas Dinilai Mandul

Berita Terbaru