Gedung Memprihatinkan, Dugaan Penyelewengan Dana BOS di SMP Negeri 3 Bukit Kemuning Mencuat

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Utara – MediaViral.net

Kondisi memprihatinkan SMP Negeri 3 Bukit Kemuning di Desa Sukamenanti, Kecamatan Bukit Kemuning, kini menuai sorotan tajam publik. Di tengah jumlah siswa yang mencapai 500 hingga 600 orang, fasilitas sekolah justru tampak jauh dari kata layak.

Bangunan yang seharusnya menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa, kini disebut-sebut mengalami kerusakan tanpa adanya perbaikan berarti selama bertahun-tahun. Situasi ini memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat.

banner 600x600

Nama Kepala Sekolah, H. Wahyudin, S.Pd., turut menjadi perhatian. Selama kurang lebih empat tahun menjabat, belum terlihat adanya langkah konkret dalam melakukan rehabilitasi gedung, baik melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun sumber anggaran lainnya.

Baca Juga :  Polres Ogan Ilir dan BAZNAS Gelar Peletakan Batu Pertama Program Bedah Rumah dan Salurkan 30 Paket Sembako di Rantau Alai

Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya ketidakwajaran dalam pengelolaan dana BOS. Sejumlah pihak bahkan mulai mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan sekolah, termasuk perawatan fasilitas.

“Dengan jumlah siswa sebanyak itu, sangat tidak masuk akal jika tidak ada perbaikan sama sekali. Ini harus diusut,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Darurat Narkoba di Simalungun! Diduga 1 Kg Beredar Setiap Minggu, Siapa yang Bermain di Belakang?

Sorotan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara, untuk segera turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh.

Jika dugaan tersebut terbukti, maka hal ini bukan hanya mencederai dunia pendidikan, tetapi juga merugikan ratusan siswa yang berhak mendapatkan fasilitas belajar yang layak. Transparansi dan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana pendidikan menjadi tuntutan yang tidak bisa ditawar lagi. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru