Lampung Utara – MediaViral.net
Kondisi memprihatinkan SMP Negeri 3 Bukit Kemuning di Desa Sukamenanti, Kecamatan Bukit Kemuning, kini menuai sorotan tajam publik. Di tengah jumlah siswa yang mencapai 500 hingga 600 orang, fasilitas sekolah justru tampak jauh dari kata layak.
Bangunan yang seharusnya menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa, kini disebut-sebut mengalami kerusakan tanpa adanya perbaikan berarti selama bertahun-tahun. Situasi ini memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat.

Nama Kepala Sekolah, H. Wahyudin, S.Pd., turut menjadi perhatian. Selama kurang lebih empat tahun menjabat, belum terlihat adanya langkah konkret dalam melakukan rehabilitasi gedung, baik melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun sumber anggaran lainnya.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya ketidakwajaran dalam pengelolaan dana BOS. Sejumlah pihak bahkan mulai mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan sekolah, termasuk perawatan fasilitas.
“Dengan jumlah siswa sebanyak itu, sangat tidak masuk akal jika tidak ada perbaikan sama sekali. Ini harus diusut,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara, untuk segera turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh.
Jika dugaan tersebut terbukti, maka hal ini bukan hanya mencederai dunia pendidikan, tetapi juga merugikan ratusan siswa yang berhak mendapatkan fasilitas belajar yang layak. Transparansi dan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana pendidikan menjadi tuntutan yang tidak bisa ditawar lagi. (mediaviral.net)










