Lampung – MediaViral.net
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengingatkan pentingnya peran bersama dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan yang telah dibangun oleh pemerintah.
Hal tersebut disampaikan saat kegiatan groundbreaking ruas jalan Bandar Jaya–Mandala di Kabupaten Lampung Tengah. Dalam kesempatan itu, Jihan menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih memarkir kendaraan di badan jalan, yang dinilai dapat mempercepat kerusakan.

“Kalau parkir di jalan, itu membuat jalan cepat rusak dan terdegradasi. Jadi kita tidak bisa hanya membangun, tapi harus dirawat bersama-sama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan harus diiringi dengan pemeliharaan yang baik, termasuk menjaga sistem drainase dan irigasi agar tetap berfungsi optimal. Menurutnya, salah satu penyebab utama kerusakan jalan adalah tersumbatnya saluran air akibat sampah, rumput, maupun sedimen.
“Kalau irigasi tersumbat, air bisa meluap ke jalan dan mempercepat kerusakan. Maka semua elemen, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, harus ikut menjaga,” jelasnya.
Jihan juga menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan melakukan perbaikan drainase di sepanjang ruas jalan tersebut. Ia menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah kabupaten hingga perangkat desa dalam pelaksanaannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung, M Taufiqullah, menjelaskan bahwa Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp95,98 miliar untuk pekerjaan preservasi ruas Bandar Jaya–SP Mandala (Link 022) pada tahun anggaran 2026.
“Pekerjaan ini bersumber dari APBD Provinsi Lampung melalui skema pinjaman daerah, dengan masa pelaksanaan selama 270 hari kalender,” ujarnya.
Ia merinci, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Cempaka Mas Sejati dengan pengawasan dari CV Dekonsultan.
Menurutnya, total panjang ruas Bandar Jaya–SP Mandala mencapai 37,016 kilometer, dengan kondisi jalan mantap saat ini 86,49 persen atau sepanjang 32,106 kilometer, sementara sekitar 13,51 persen atau sekitar 6 kilometer masih belum mantap.
“Melalui proyek preservasi ini, kita targetkan tingkat kemantapan meningkat menjadi 96,49 persen, dengan penanganan efektif sepanjang 10,75 kilometer menggunakan kombinasi rigid pavement dan flexible pavement,” jelasnya.
Ia menambahkan, metode pekerjaan meliputi penyiapan badan jalan, pekerjaan lapisan dasar (base), hingga pengujian laboratorium seperti slump test, compression test, flexural strength test, dan density test pada lapisan hotmix.
Taufiqullah juga menyebutkan bahwa total panjang jalan provinsi di Lampung Tengah mencapai 270,214 kilometer yang tersebar di 12 ruas jalan. (mediaviral.net)










