Lampung Utara — MediaViral.net
Kesabaran warga Dusun 8 Lewengkolot, Desa Sukamarga Talang Paris, Kecamatan Abung Tinggi, tampaknya sudah di ujung batas. Jalan rusak parah yang tak kunjung diperbaiki akhirnya memicu aksi nyata: warga turun langsung menimbun jalan berlubang secara swadaya pada Jumat (24/04/2026).
Di tengah keterbatasan alat dan material, warga bekerja tanpa dukungan pemerintah. Pemandangan ini menjadi ironi sekaligus tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Utara yang dinilai lamban, bahkan terkesan membiarkan kerusakan infrastruktur berlangsung tanpa solusi yang jelas.

Jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten itu kini justru ditangani oleh masyarakat. Padahal, akses tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kebutuhan darurat kesehatan.
“Ini jalan kabupaten, tapi kami yang kerja. Lalu pemerintah ke mana?” ujar seorang warga dengan nada kesal.
Keluhan warga bukan hal baru. Kerusakan jalan disebut sudah berlangsung lama, namun tak pernah menjadi prioritas perbaikan. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan masih dipandang sebelah mata.
Lebih jauh, aksi gotong royong ini membuka fakta bahwa ketika masyarakat bergerak sendiri, hal itu bukan hanya bentuk solidaritas, tetapi juga mencerminkan belum optimalnya peran pemerintah dalam menjalankan tanggung jawabnya.
“Kami bayar pajak, tapi jalan kami rusak. Harus menunggu viral dulu baru diperbaiki?” kata warga lainnya.
Sorotan kini mengarah kepada Bupati Lampung Utara beserta dinas terkait. Warga menuntut kehadiran nyata, bukan sekadar janji atau program di atas kertas. Mereka berharap pemerintah segera turun ke lapangan dan memberikan solusi permanen, bukan perbaikan sementara yang mudah rusak kembali.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dikhawatirkan akan semakin menurun. Warga telah menunjukkan kepedulian dan aksi nyata. Kini, masyarakat menunggu langkah konkret dari pemerintah.
Aksi warga Dusun 8 Lewengkolot bukan hanya tentang memperbaiki jalan rusak, tetapi juga menjadi bentuk kritik agar pemerintah lebih peka dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan dasar masyarakat. (mediaviral.net)










