Proyek KDMP Rp1,1 Miliar di Tanggamus Disorot, Dugaan Pemotongan Fee Menguat

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggamus, Lampung – MediaViral.net

Dugaan praktik tidak wajar dalam proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Tanggamus kian menjadi sorotan. Anggaran sebesar Rp1,1 miliar per titik yang sebelumnya disebut untuk pembangunan, diduga tidak sepenuhnya sampai ke pelaksana karena adanya pemotongan melalui skema fee berlapis.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah pihak yang terlibat dalam pembangunan gerai KDMP mengungkap adanya indikasi ketidakterbukaan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Pada 26 April 2026, muncul dugaan adanya pola tertentu yang berpotensi menutup akses informasi publik terkait transparansi pembangunan.

banner 600x600

Herwin Basri menyampaikan bahwa dirinya menerima sejumlah keluhan dari pemborong proyek. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, dari total anggaran Rp1,1 miliar, pelaksana di lapangan hanya menerima sekitar Rp800 juta hingga Rp900 juta.

“Memang katanya dana tersebut nilainya Rp1,1 miliar, tetapi yang kami terima hanya sekitar Rp800 juta sampai Rp850 juta. Itu pun masih dipotong untuk pembelian lahan,” ungkap salah satu pemborong yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Dalam Waktu Dua Bulan Jajaran Polres Kobar Berhasil Mengamankan 22 Orang Penggedar Narkoba

Pernyataan tersebut memunculkan dugaan adanya pemotongan anggaran yang tidak transparan. Selain itu, proses pelaksanaan proyek juga diduga tidak melalui mekanisme tender terbuka sebagaimana prinsip pengadaan yang akuntabel.

Kondisi ini dinilai berpotensi berdampak pada kualitas pembangunan. Dengan keterbatasan anggaran riil, pelaksana proyek berisiko mengalami tekanan biaya yang dapat memengaruhi spesifikasi teknis pekerjaan.

Herwin juga menyoroti minimnya transparansi di lokasi proyek. Ia menyebut sejumlah pembangunan KDMP tidak dilengkapi papan informasi yang memuat sumber dana, nilai anggaran, serta spesifikasi pekerjaan.

Menurutnya, hal tersebut tidak sejalan dengan prinsip keterbukaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

Proyek pembangunan KDMP diketahui tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Tanggamus. Skala proyek yang luas dinilai dapat memperbesar potensi dampak apabila dugaan praktik serupa terjadi secara berulang.

Baca Juga :  Polres Kobar Siap Memberikan Pengamanan Dalam Acara Kalteng Bersholawat di Lapangan Sampuraga Lama

Selain berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara, kondisi ini juga dapat memengaruhi kualitas serta keberlanjutan pembangunan infrastruktur berbasis desa.

Dalam sikapnya, Herwin menyampaikan surat terbuka kepada Prabowo Subianto agar segera menurunkan tim audit untuk memeriksa pelaksanaan proyek KDMP di Tanggamus. Ia menilai perlu ada langkah konkret untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai keterbukaan dan pengawasan terhadap proyek dengan nilai anggaran besar yang menyasar pembangunan desa.

Aparat penegak hukum diharapkan dapat menelusuri lebih lanjut temuan ini secara objektif, guna memastikan tidak ada praktik yang merugikan negara dan masyarakat. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

AJP Siap Adukan Inspektorat Lampung Barat ke Ombudsman Republik Indonesia, Endus Dugaan Maladministrasi
Di Tengah Seruan Efisiensi, Mobil Dinas Pemkot Bengkulu Diduga Disalahgunakan untuk Kepentingan Pribadi
Komitmen Berantas Peredaran Narkoba, Petugas Lapas Way Kanan Gagalkan Penyelundupan ke Dalam Lapas
Dari Desa Bandar Abung, Muslimat NU Se-Abung Surakarta Rawat Silaturahmi: Ketika Hijau Tua Berlist Emas Jadi Simbol Ukhuwah
Perpisahan Siswa-Siswi Kelas XII SMA Negeri 2 Bangkunat Belimbing Berlangsung Penuh Haru dan Kebersamaan
Pemkab Batu Bara Raih Juara III Creative Financing pada Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026
Siji Aceh Dukung Aksi Unjuk Rasa Damai, Tuntut Segera Cairkan Dana Bantuan Terdampak Banjir
Bahaya! Proyek Dinas PU Lampung Selatan Diduga Dikerjakan Asal-Asalan, Uang Rakyat Terancam Sia-Sia

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 17:27 WIB

AJP Siap Adukan Inspektorat Lampung Barat ke Ombudsman Republik Indonesia, Endus Dugaan Maladministrasi

Minggu, 26 April 2026 - 17:22 WIB

Di Tengah Seruan Efisiensi, Mobil Dinas Pemkot Bengkulu Diduga Disalahgunakan untuk Kepentingan Pribadi

Minggu, 26 April 2026 - 17:06 WIB

Komitmen Berantas Peredaran Narkoba, Petugas Lapas Way Kanan Gagalkan Penyelundupan ke Dalam Lapas

Minggu, 26 April 2026 - 16:57 WIB

Dari Desa Bandar Abung, Muslimat NU Se-Abung Surakarta Rawat Silaturahmi: Ketika Hijau Tua Berlist Emas Jadi Simbol Ukhuwah

Minggu, 26 April 2026 - 16:35 WIB

Perpisahan Siswa-Siswi Kelas XII SMA Negeri 2 Bangkunat Belimbing Berlangsung Penuh Haru dan Kebersamaan

Berita Terbaru