Anggaran Miliaran di Sekretariat DPRD Lampung Timur Disorot, KAKI Lampung Resmi Lapor ke APH

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Timur — MediaViral.net

Dugaan penyimpangan anggaran di Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Timur Tahun Anggaran 2025 kian menguat. Temuan yang awalnya dianggap sebagai kejanggalan administratif kini mengarah pada pola berulang, nilai identik, serta fragmentasi kegiatan yang diduga sistematis, mulai dari mark-up, pemecahan anggaran, hingga potensi kegiatan fiktif.

Ironisnya, dugaan praktik tersebut terjadi di lembaga legislatif yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pengawasan anggaran serta penyalur aspirasi masyarakat.

banner 600x600

70 Persen Anggaran untuk Perjalanan Dinas

Dari total anggaran swakelola sebesar Rp21,08 miliar, sekitar Rp15,26 miliar atau lebih dari 70 persen dialokasikan untuk perjalanan dinas. Angka ini dinilai tidak wajar karena mendominasi penggunaan anggaran di tengah kebutuhan publik yang beragam.

Padahal, tugas utama anggota DPRD adalah menyerap, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat serta memperjuangkan kesejahteraan publik, bukan membebani anggaran dengan kegiatan yang sulit diukur manfaatnya.

Pola Angka Berulang Jadi Sorotan

Tim KAKI Lampung menemukan sejumlah nilai belanja yang muncul berulang dalam berbagai kegiatan, khususnya pada belanja makan dan minum rapat, di antaranya:

Rp27.000.000, Rp21.600.000, Rp20.100.000, Rp19.140.000, Rp10.800.000, Rp6.860.000, Rp54.960.000, Rp43.980.000, dan Rp172.800.000.

“Nilai identik dan berulang dalam banyak kegiatan mengindikasikan dugaan penggunaan template anggaran, bukan berdasarkan kebutuhan riil,” ujar Lucky Nurhidayah, Selasa (28/4/2026).

Dugaan Pemecahan Anggaran ATK

Selain itu, belanja alat tulis kantor (ATK) juga diduga dipecah menjadi beberapa item dengan nilai berbeda, seperti Rp77.202.315, Rp62.614.675, dan Rp15.688.851, serta puluhan item kecil bertanda “pembulatan”.

Baca Juga :  Pj. Bupati Heri Wahyudi Tinjau Harga Sembako di Pasar Kebun Kopi, Harga Masih Stabil

Menurut Lucky, pola ini mengarah pada dugaan splitting anggaran guna menghindari pengawasan dan membuka celah manipulasi.

Nilai Kembar pada Pemeliharaan Gedung

Kejanggalan lain ditemukan pada belanja pemeliharaan gedung dengan nilai yang sama atau hampir identik, seperti Rp176.539.300 (muncul dua kali), Rp176.443.196, dan Rp99.999.440.

“Angka kembar dan mendekati pembulatan ekstrem sering menjadi indikator mark-up atau rekayasa perhitungan,” jelasnya.

Jasa Konsultansi Diduga Berulang

Pada belanja jasa konsultansi, ditemukan nilai yang sama seperti Rp9.660.000 dan Rp13.800.000 yang muncul di beberapa kegiatan.

“Ini mengindikasikan dugaan penggunaan template berulang setiap tahun tanpa dasar teknis yang jelas,” tambahnya.

Belanja Publikasi dan Atribut Disorot

Belanja media dan publikasi tercatat mencapai ratusan juta rupiah, sementara pengadaan pakaian dinas dan atribut mencapai Rp415.500.000.

“Anggaran besar dihabiskan untuk pencitraan di tengah minimnya transparansi dan manfaat langsung ke masyarakat. Ini kondisi yang mengkhawatirkan,” tegas Lucky.

Diduga Pola Sistematis

Secara keseluruhan, KAKI Lampung menilai terdapat pola yang konsisten, yaitu:

Anggaran besar dipecah menjadi kecil

Nilai yang sama diulang dalam banyak kegiatan

Angka ekstrem muncul tanpa variasi

Dokumen berpotensi disesuaikan

“Ini bukan lagi indikasi lemah. Polanya terbaca jelas,” ujarnya.

Baca Juga :  Dr. Hj. Rina Marlina Apresiasi Rumah Edukasi Anti Narkoba di Way Kanan

Resmi Dilaporkan ke APH

LSM KAKI Lampung melalui Ketua Lucky Nurhidayah, SH, telah resmi melaporkan dugaan tersebut kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dengan nomor surat 1.79/20.2001/KAKI-LPG/24/4/2026 pada Jumat, 24 April 2026.

Laporan tersebut mendesak dilakukannya penelusuran menyeluruh terhadap dugaan penyimpangan anggaran di lingkungan Sekretariat DPRD Lampung Timur.

Ujian Integritas DPRD

Menurut KAKI Lampung, DPRD bukan sekadar lembaga anggaran, melainkan representasi rakyat yang memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menyerap aspirasi, mendahulukan kepentingan publik, menjalankan fungsi pengawasan secara jujur, serta menaati peraturan perundang-undangan.

“Jika dugaan manipulasi anggaran benar terjadi, maka yang runtuh bukan hanya keuangan daerah, tetapi juga kepercayaan publik,” tegasnya.

Desakan Audit dan Penyelidikan

KAKI Lampung mendesak aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret, antara lain audit investigatif menyeluruh, penelusuran aliran dana, pemeriksaan dokumen pertanggungjawaban (SPJ), serta verifikasi kegiatan di lapangan.

“Jika dibiarkan, ini bukan sekadar kebocoran anggaran, melainkan praktik korupsi yang terstruktur dan berulang,” ujar Lucky.

Penutup

KAKI Lampung menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan laporan angka, tetapi juga kejujuran dan transparansi.

“Di atas kertas semuanya terlihat rapi, tetapi di balik angka ada pola. Dan pola itu berbicara keras. Pertanyaannya, apakah aparat berani membongkarnya?” pungkasnya. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Ardito Wijaya Dipindahkan ke Rutan Way Huwi: Publik Desak KPK Bertindak Lebih Tegas, Tangkap Semua Kepala Daerah di Lampung
Motor Hilang di Parkiran Klinik Kaira, Pelaku Berhasil Ditangkap Polisi
“Jangan Tebang Pilih!” Kejati Lampung Disorot, Publik Desak Pejabat Aktif Juga Disikat
Bupati Berharap KONI Lampung Utara Maju dan Cetak Prestasi Baru di Porprov November 2026
KemenPAN-RB Telaah Dugaan Pelanggaran Sistem Merit di Lampung Barat, Laporan Masuk Agenda 4199
Kapolres Aceh Tengah Ajak Warga Jaga Kamtibmas, Kebersihan Lingkungan, dan Bijak Bermedia Sosial
Kepala Sekolah SD Negeri Nelagasari Lampung Utara Jadi Sorotan, Diduga Jarang Masuk dan Abaikan Perawatan Gedung
Dugaan Pungli di Lapas Kelas IIA Kalianda, LSM Kaki Lampung Siap Lapor ke Kanwil

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 17:51 WIB

Ardito Wijaya Dipindahkan ke Rutan Way Huwi: Publik Desak KPK Bertindak Lebih Tegas, Tangkap Semua Kepala Daerah di Lampung

Rabu, 29 April 2026 - 17:23 WIB

Motor Hilang di Parkiran Klinik Kaira, Pelaku Berhasil Ditangkap Polisi

Rabu, 29 April 2026 - 16:48 WIB

“Jangan Tebang Pilih!” Kejati Lampung Disorot, Publik Desak Pejabat Aktif Juga Disikat

Rabu, 29 April 2026 - 16:22 WIB

Bupati Berharap KONI Lampung Utara Maju dan Cetak Prestasi Baru di Porprov November 2026

Rabu, 29 April 2026 - 15:37 WIB

KemenPAN-RB Telaah Dugaan Pelanggaran Sistem Merit di Lampung Barat, Laporan Masuk Agenda 4199

Berita Terbaru