Dana Desa Hujan Mas Disorot Keras! Dugaan “Permainan Volume” Menguat, APH Didesak Bongkar Total

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Utara — MediaViral.net

Aroma dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana desa di Desa Hujan Mas, Kecamatan Abung Barat, kian menyengat. Aparat Penegak Hukum (APH) Kabupaten Lampung Utara didesak tidak lagi menunggu dan segera turun tangan mengusut seluruh pekerjaan fisik yang diduga bermasalah.

Sorotan tajam mengarah pada proyek-proyek yang dikerjakan selama masa jabatan Kepala Desa Yuliyanti. Sejumlah wartawan yang melakukan penelusuran menemukan indikasi kuat adanya ketidaksesuaian antara realisasi pekerjaan di lapangan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

banner 600x600

Yang paling mencolok, dugaan kekurangan volume atau kubikasi pada sejumlah bangunan fisik. Padahal, dalam setiap proyek, nilai anggaran dihitung berdasarkan volume pekerjaan. Jika volume berkurang, maka selisih anggaran menjadi tanda tanya besar.

Baca Juga :  Polres OKI Laksanakan Serah Terima Jabatan Beberapa Pejabat Utamanya

“Ini bukan lagi soal kelalaian kecil. Kalau kubikasi tidak sesuai, maka ada selisih nilai pekerjaan yang harus dijelaskan. Pertanyaannya, ke mana anggaran itu?” ujar sumber yang mengikuti persoalan tersebut.

Isu ini bahkan disebut-sebut terjadi bukan hanya pada satu titik proyek, melainkan pada sejumlah pekerjaan fisik desa. Jika benar, pola ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola dana desa yang tidak bisa dianggap sepele.

Desakan audit total pun menguat. Pemeriksaan menyeluruh dinilai menjadi satu-satunya cara untuk membuka fakta sebenarnya—apakah hanya kesalahan teknis, atau ada dugaan penyimpangan anggaran yang lebih dalam.

Baca Juga :  Besok, 15 Februari, Musda KAHMI Ogan Ilir Digelar: Antara Tetap Presidensial Atau Ganti Presidium?

Hingga kini, pihak Pemerintah Desa Hujan Mas belum memberikan klarifikasi resmi atas berbagai tudingan yang beredar.

Publik menunggu langkah tegas APH. Transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa kini dipertaruhkan. Jika dugaan ini terbukti, maka penegakan hukum harus berjalan tanpa kompromi. Namun jika tidak, hasil pemeriksaan wajib dibuka secara terang agar tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat.

Satu hal yang pasti: masyarakat berhak tahu ke mana setiap rupiah dana desa digunakan. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru