Bandar Lampung – MediaViral.net
Sebanyak 172 warga sekolah di SMAN 6 Bandar Lampung dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 22 April 2026.
Jumlah tersebut terdiri dari 147 siswa dan 25 guru yang mengalami gejala seperti mual dan diare. Peristiwa ini diduga berkaitan dengan makanan yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Way Lunik, Bandar Lampung.

Kepala Satuan Tugas MBG Provinsi Lampung, Saipul, mengatakan bahwa laporan telah diterima dari koordinator wilayah terkait kejadian tersebut.
“Sebanyak 172 penerima manfaat mengalami diare dan mual. Namun, tidak sampai dirawat inap, dan saat ini kondisi mereka berangsur pulih,” ujar Saipul, Sabtu (25/4/2026).
Menindaklanjuti kejadian itu, Satgas MBG Provinsi Lampung telah memberikan teguran kepada pihak SPPG Way Lunik serta melaporkannya ke tingkat pusat.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Lampung, Achmad Hery Setiawan, menyampaikan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghentikan sementara operasional dapur SPPG Way Lunik.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat bernomor 1903/D.TWS/04/2026 tertanggal 23 April 2026, setelah dilakukan peninjauan lapangan yang menemukan adanya kejadian menonjol yang berpotensi memengaruhi kualitas produksi, mutu gizi, dan keamanan pangan.
Adapun beberapa poin dalam surat tersebut antara lain:
- Dasar kebijakan mengacu pada keputusan Kepala Badan Gizi Nasional terkait pelaksanaan program MBG tahun anggaran 2026.
- Adanya laporan kejadian menonjol dari SPPG Way Lunik.
- Penetapan penghentian sementara operasional SPPG Way Lunik.
- Rekomendasi penghentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah.
- Operasional dapat kembali dilakukan setelah perbaikan dan verifikasi dinyatakan selesai oleh pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi bagi pelajar. Evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (mediaviral.net)










