Bengkulu, 7 April 2026 – MediaViral.net
Jembatan Air Matan di Desa Pasar Seluma, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, menjadi sorotan setelah dilaporkan ambruk akibat diterjang banjir menyusul hujan deras. Ironisnya, jembatan tersebut baru diresmikan beberapa bulan lalu.
Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp16 miliar ini sebelumnya diresmikan oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Namun kini, keberadaannya justru memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait kualitas pembangunan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai postingan netizen, sebelum ambruk jembatan tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Pagar tembok dilaporkan mengalami retak, sementara bagian lantai jembatan disebut jebol.
Bahkan, muncul dugaan bahwa konstruksi lantai tidak menggunakan besi tulangan sebagaimana mestinya, melainkan hanya cor semen. Jika hal ini benar, maka patut diduga bahwa pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya.
Sejumlah warga menyampaikan kekecewaan mereka. Menurut mereka, dengan anggaran yang besar, jembatan seharusnya dibangun dengan kualitas yang baik dan mampu bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem.
Hujan deras dan banjir memang menjadi faktor pemicu ambruknya jembatan. Namun demikian, publik menilai bahwa infrastruktur dengan nilai anggaran miliaran rupiah seharusnya dirancang untuk menghadapi kondisi tersebut.
Masyarakat kini mendesak agar pihak berwenang, termasuk Kejaksaan Tinggi Bengkulu dan aparat penegak hukum, segera melakukan audit terhadap proyek tersebut. Mereka berharap jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran atau penyimpangan, maka dapat diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius dan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan proyek infrastruktur ke depan agar lebih mengedepankan kualitas dan keselamatan masyarakat.
Reporter: Ujang Mahmudin
MediaViral.net










