Bupati Lambar Sambangi BI, “Jual Potensi” Kopi dan Kakao demi Kucuran CSR

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Barat – MediaViral.net

Langkah Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menyambangi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Kamis (16/04), memantik perhatian publik. Di tengah berbagai persoalan klasik sektor pertanian, kunjungan ini dinilai sebagai upaya serius—atau bahkan “lobi halus”—untuk mengamankan kucuran dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam pertemuan tersebut, Parosil memaparkan besarnya potensi kopi robusta Lampung Barat yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra terbesar di Provinsi Lampung. Kakao pun disebut mulai “hidup kembali” di sejumlah kecamatan seperti Suoh, Bandar Negeri Suoh, dan Batu Brak.

banner 600x600

Namun di balik narasi optimistis itu, fakta di lapangan tak bisa diabaikan. Produktivitas kopi masih jauh dari kata maksimal. Tanaman tua yang tak kunjung diremajakan serta lemahnya teknologi pascapanen membuat kualitas kopi belum seragam. Ironisnya, sebagian besar hasil panen masih dilepas dalam bentuk green bean—tanpa nilai tambah yang signifikan bagi petani.

Baca Juga :  Kades Talang Jembatan Kerjakan Rehab Rabat Beton 2025 Berkualitas Tinggi, Tanda Mencintai Desa Sendiri

Situasi ini menimbulkan pertanyaan: sejauh mana keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi persoalan mendasar tersebut, sebelum meminta dukungan dari pihak luar?

Di sisi lain, peluang pasar memang terbuka lebar. Permintaan kopi robusta terus meningkat, baik di dalam negeri maupun pasar ekspor ke Eropa dan Asia. Kondisi ini menjadi “jualan utama” pemerintah daerah untuk menarik perhatian Bank Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, sejumlah program langsung diusulkan untuk dibiayai melalui CSR. Mulai dari hilirisasi kopi, pembangunan rumah produksi, penguatan UMKM, hingga rencana ambisius menggelar Festival Jemur Kopi.

Festival ini digadang-gadang sebagai ajang promosi besar-besaran, dengan konsep penjemuran kopi massal yang dikemas bersama pameran UMKM, edukasi, dan atraksi seni budaya. Namun, wacana ini juga memunculkan kritik: apakah festival semacam ini benar-benar menyentuh persoalan petani, atau sekadar pencitraan?

Baca Juga :  Kapolres Kobar Terjunkan 75 Orang Personel dan Langsung Mengecek Pengamanan Rikkes Paslon Cabup/Cawabup Pilkada 2024

Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan empat unit container booth untuk mendukung UMKM di kawasan Sekolah Kopi, dengan estimasi anggaran mencapai Rp150 juta per unit. Total nilai yang tidak kecil untuk sebuah program penataan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Aprilianto, menyambut positif usulan tersebut. Ia menyatakan bahwa pengembangan UMKM dan komoditas unggulan memang menjadi fokus program sosial Bank Indonesia.

Meski demikian, BI belum memberikan lampu hijau. Seluruh usulan masih akan dikaji dan disesuaikan dengan program yang ada.

Kini publik menanti, apakah kunjungan ini benar-benar akan menghasilkan terobosan nyata bagi petani kopi dan kakao Lampung Barat, atau hanya menjadi rangkaian agenda seremonial yang berujung pada wacana tanpa realisasi. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

“Bom Waktu” di Lampung Barat: 88 Pejabat Dilaporkan ke Jakarta, AJP Klaim Ada Dugaan Skema Terorganisir!
Serangan Brutal di Lumajang: Kades Sampurno Dibacok, Diduga Berawal dari Salah Paham
1 Ton BBM Ilegal Diselundupkan di KM Entino 1! Syahbandar Bongkar, Tapi Siapa “Pemain Besarnya”?
Amarah Pedagang Meledak, Kantor Bupati OKU Diguruduk: Direksi Perumda Pasar Didesak Dicopot
“Rp450 Juta atau Dideportasi!” – Skandal Dugaan Pemerasan Oknum Imigrasi Yogya Gegerkan Publik, Investor Asing Diperlakukan Bak ‘ATM Berjalan’
Baru Dua Hari Menjabat, Kadis Pendidikan Kota Bengkulu Langsung “Tancap Gas” Benahi Dunia Pendidikan
Baru Dua Hari Menjabat, Kadis Pendidikan Kota Bengkulu Langsung “Tancap Gas” Benahi Dunia Pendidikan
“Bau Pembungkaman Pers?” LSM Libra Indonesia Ancam Wartawan, Redaksi Pewarta: Jangan Gunakan Hukum untuk Bungkam Kritik!

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 21:45 WIB

“Bom Waktu” di Lampung Barat: 88 Pejabat Dilaporkan ke Jakarta, AJP Klaim Ada Dugaan Skema Terorganisir!

Kamis, 16 April 2026 - 21:11 WIB

Bupati Lambar Sambangi BI, “Jual Potensi” Kopi dan Kakao demi Kucuran CSR

Kamis, 16 April 2026 - 17:06 WIB

Serangan Brutal di Lumajang: Kades Sampurno Dibacok, Diduga Berawal dari Salah Paham

Kamis, 16 April 2026 - 15:23 WIB

1 Ton BBM Ilegal Diselundupkan di KM Entino 1! Syahbandar Bongkar, Tapi Siapa “Pemain Besarnya”?

Kamis, 16 April 2026 - 14:34 WIB

Amarah Pedagang Meledak, Kantor Bupati OKU Diguruduk: Direksi Perumda Pasar Didesak Dicopot

Berita Terbaru