Lumajang, Jawa Timur – MediaViral.net
Aksi kekerasan kembali terjadi di wilayah Lumajang. Seorang kepala desa, Pak Kades Sampurno, menjadi korban penyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal hingga mengalami luka serius di bagian kepala dan punggung.
Saat ini, korban tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hartoyo Lumajang.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Ardinata, mengatakan bahwa korban awalnya mengira kedatangan para pelaku sebagai tamu.
“Korban mengira mereka datang untuk bertamu, namun para pelaku justru langsung melakukan penyerangan,” ujar AKP Pras.
Para pelaku yang berjumlah sekitar 10 hingga 15 orang itu menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis celurit. Akibatnya, korban mengalami luka cukup serius dan harus mendapatkan penanganan medis.
Setelah melakukan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Diduga Dipicu Salah Paham di Pengajian
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa ini diduga dipicu oleh kesalahpahaman yang terjadi dalam sebuah acara pengajian di wilayah Ranuyoso.
Dalam kegiatan tersebut, korban disebut sempat menyampaikan teguran atau ucapan yang dianggap menyinggung oleh sekelompok orang. Teguran yang dinilai terlalu keras diduga memicu ketersinggungan hingga berujung konflik.
Sehari setelah pengajian, rombongan pelaku mendatangi rumah korban dengan alasan meminta klarifikasi. Korban sempat merespons dengan tenang dan bahkan menyampaikan permintaan maaf.
Namun, situasi tidak terkendali. Para pelaku yang diduga sudah tersulut emosi tetap melakukan pengeroyokan terhadap korban.
Korban Sebut Insiden sebagai Salah Paham
Setelah mendapatkan perawatan, Pak Kades Sampurno menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan bentuk “khilaf” dan “salah paham”. Ia juga enggan memperpanjang persoalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang identitasnya telah diketahui. Mereka diduga berasal dari wilayah Jatiroto.
Polisi juga masih mendalami motif di balik kejadian tersebut untuk memastikan apakah ada faktor lain selain kesalahpahaman.
Terkait isu yang beredar di media sosial, seperti dugaan “jual tanah”, belum ditemukan bukti yang mendukung. Dugaan sementara mengarah pada konflik personal akibat ucapan yang dianggap menyinggung dalam acara keagamaan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. (mediaviral.net)










