Mitigasi Pencemaran Sungai Cikambuy, Kapolres Serang Akan Bangun 2 Sumur Bor dan Minta DLH Untuk Menindak Tegas Perusahaan

Kamis, 11 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG/BANTEN, MEDIA-VIRAL.ID

Dalam rangka mitigasi pencemaran Sungai Cikambuy yang melintasi Kampung Kemuning, Desa Cijeruk, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, akibat dampak dari keberadaan industri di Kawasan Modern Cikande, Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko melakukan silaturahmi dengan tokoh agama Kemuning dan Karang Taruna Desa Cijeruk.

Acara yang dikemas dalam program Ngariung Iman Ngariung Aman ini dilaksanakan di ruang rapat Mapolres Serang, Rabu 10 Juli 2024. Turut hadir Wakapolres Kompol Ali Rahman CP, Kasatreskim AKP Andi Kurniady ES dan Kasatintelkam AKP Tatang.

banner 600x600

Kapolres mengungkapkan dirinya memaklumi jika masyarakat Kampung Kemuning resah lantaran pencemaran Sungai Cikambuy yang diduga dampak dari keberadaan perusahaan industri di Kawasan Modern.

“Terkait dengan limbah yang ditimbulkan dari perusahaan maupun sampah yang mengalir pada aliran sungai Cikambuy tentunya ini menjadi permasalahan yang berdampak ke masyarakat,” kata Kapolres.

Kapolres mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan 2 solusi dalam mengatasi permasalahan-permasalahan, yaitu instansi terkait yaitu Dinas Lingkungan Hidup agar menindak tegas terhadap perusahaan yang melakukan pelanggaran.

Baca Juga :  Diduga Skandal di PTPN IV Kebun Mayang: Kebun Terbengkalai, Anggaran Perawatan Dipertanyakan

“Dan solusi kedua yaitu, kami akan membantu melaksanakan pertemuan dengan pengelola Kawasan Modern Cikande untuk menyikapi permasalahan,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengutarakan niat untuk membantu masyarakat dalam pengadaan air bersih untuk masyarakat Kampung Kemuning dengan melakukan pengeboran dua titik sumur bor.

“Sambil menunggu permasalahan selesai, kami akan memberikan bantuan berupa 2 sumur bor air bersih untuk masyarakat Kemuning. Insha Allah dalam 2 minggu sumur bor ini sudah bisa dinikmati masyarakat,” kata Kapolres.

“Harapan saya kepada masyarakat agar Komunikasikan apabila terdapat permasalahan dan jangan sampai ada yang menunggangi,” tegasnya.

Salah seorang tokoh masyarakat, ustadz Rebo menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Kapolres Serang yang telah meluangkan waktunya untuk bertemu dengan masyarakat Kemuning terkait sungai yang tercemar.

“Saya mewakili masyarakat Kampung Kemuning meminta agar dari Kapolres ikut membantu kami agar apa yang menjadi keluhan masyarakat dapat tersampaikan ke pihak pengelola Industri Modern Cikande,” kata ustadz Rebo.

Baca Juga :  Inilah Pengacara Hasil Ternak Kades Lampung Barat dan Bupati untuk Bekingi Pejabat Maling Uang Rakyat

Menurut Ustadz Rebo, masyarakat Kampung Kemuning sangat merasakan dampak yang luar biasa terkait adanya pencemaran Sungai Cikambuy yang diduga dampak keberadaan perusahaan di Industri Modern Cikande. Tidak saja aliran sungai tapi juga pencemaran udara serta menimbulkan kebisingan.

“Sungai Cikambuy ini merupakan satu-satunya sungai yang bisa digunakan masyarakat, namun saat sudah tidak layak digunakan lantaran limbah industri. Aliran Sungai Cikambuy sekarang hitam dan menimbulkan bau yang menyengat,” ujar Ustadz Rebo.

Terkait bantuan sumur bor yang diwacanakan Kapolres Serang, Ustadz Rebo menyampaikan terimakasih.

“Saya atas nama pribadi maupun masyarakat mengucapkan terimakasih pada Bapak Kapolres yang berencana memberikan bantuan sumur bor, namun mohon maaf saya meminta agar bantuan tersebut dialihkan saja untuk pembangunan Majlis Taqlim,” pintanya. (media-viral.id)

banner 600x600

Berita Terkait

“Bau Pembungkaman Pers?” LSM Libra Indonesia Ancam Wartawan, Redaksi Pewarta: Jangan Gunakan Hukum untuk Bungkam Kritik!
AJP Pertanyakan Kelanjutan Laporan Dugaan Korupsi DPRD Lampung Barat, Publik Menunggu Ketegasan Kejaksaan
Skandal Renovasi Bendungan Air Alas? Diduga Gunakan Material Sungai Tanpa Transparansi
Skandal Memalukan! Oknum Pegawai Rutan Diduga Terlibat Upaya Penyelundupan Sabu ke Dalam Lapas Kotabumi, 40 Paket Narkoba Digagalkan
BMKG Waspadai “Godzilla El Niño” 2026: Ancaman Kemarau Ekstrem Mengintai, Polda Lampung Minta Warga Siaga Penuh!
Geger Desa Peucangpari! Dugaan Penyimpangan BLT DD 2020–2023 Menguat, Warga Minta Audit Menyeluruh
MoU Pemkab OKU Timur dan Kejaksaan Negeri Diperbarui, Perkuat Sinergi Bidang Hukum Perdata dan TUN
Sinergi Polres Lampung Utara dan Lapas Kotabumi Gagalkan Penyelundupan Sabu

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 00:17 WIB

“Bau Pembungkaman Pers?” LSM Libra Indonesia Ancam Wartawan, Redaksi Pewarta: Jangan Gunakan Hukum untuk Bungkam Kritik!

Rabu, 15 April 2026 - 19:28 WIB

AJP Pertanyakan Kelanjutan Laporan Dugaan Korupsi DPRD Lampung Barat, Publik Menunggu Ketegasan Kejaksaan

Rabu, 15 April 2026 - 18:10 WIB

Skandal Renovasi Bendungan Air Alas? Diduga Gunakan Material Sungai Tanpa Transparansi

Rabu, 15 April 2026 - 17:56 WIB

Skandal Memalukan! Oknum Pegawai Rutan Diduga Terlibat Upaya Penyelundupan Sabu ke Dalam Lapas Kotabumi, 40 Paket Narkoba Digagalkan

Rabu, 15 April 2026 - 17:46 WIB

BMKG Waspadai “Godzilla El Niño” 2026: Ancaman Kemarau Ekstrem Mengintai, Polda Lampung Minta Warga Siaga Penuh!

Berita Terbaru