Masarakat Pandeglang Pesimis Pemkab Mampu Tanggulangi Pencemaran Lingkungan dengan Menampung Sampah 500 Ton Perhari dari Tangsel

Selasa, 29 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang/Banten, mediaviral.net

Pandeglang membutuhkan anggaran sebesar Rp40 Miliar untuk menyelamatkan TPA Bangkonol di Desa Bangkonol, Kabupaten Pandeglang dari sanksi penutupan dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Anggaran sebesar Rp40 Miliar saat ini telah disediakan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan dengan imbalan harus menerima sampah dari daerah Tangerang selatan dengan volume dari 300 ton hinga 500 ton perhari ,
ini menimbulkan banyak penolakan dari berbagai kalangan di kabupaten Pandeglang,
namun pemerintah Pandeglang bersikukuh tetap melanjutkan menampung sampah dari Tangsel tersebut dengan menandatangani surat kerja sama beberapa waktu yang lalu .

AlasanPenolakan terhadap rencana penampungan sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di TPA Bangkonol, Pandeglang, muncul dari berbagai kalangan masyarakat bukan baru baru ini tetapi dari sejak terdengarnya isu ini sebelumnya berbagai elemen hinga mahasiwapun pernah mnyampaikanya melalui unjuk rasa beberapa waktu yang lalu namun tetap tidak di hiraukan oleh pemkab Pandeglang dengan bersikukuh melanjutkan ide gilanya ini

banner 600x600
Baca Juga :  Antisipasi Gangguan Kamtibmas di malam hari Kapolsek Rantau Alai lakukan Giat KRYD

Alasan penolakan ini terutama terkait kekhawatiran akan dampak lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan oleh peningkatan volume sampah,
serta ketidakpercayaan dan ketidak becusan terhadap pengelolaan sampah yang sudah ada.
Alasan Penolakan:
Dampak Lingkungan dan Kesehatan:
Warga sekitar TPA Bangkonol, seperti di Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, mengeluhkan bau menyengat dan lalat yang semakin parah akibat volume sampah yang terus meningkat, termasuk kiriman dari Kabupaten Serang. Mereka khawatir jika ditambah kiriman sampah dari Tangsel, kondisi lingkungan akan semakin memburuk.

Ada kehawatiran bahwa sampah dari Tangsel, terutama jika tidak dikelola dengan baik, dapat mencemari lingkungan sekitar TPA dan sumber air bersih.
Sementara Pengelolaan Sampah Lokal tidak Maksimal
Beberapa pihak menilai bahwa pengelolaan sampah di Pandeglang sendiri belum optimal, sehingga menambah sampah dari daerah lain di hawatirkan akan memperburuk situasi.

Tidak Ada Sosialisasi yang Jelas:
Beberapa warga merasa kurang dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait kerja sama ini dan tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai dampaknya

Baca Juga :  Bupati Batu Bara Hadiri Rapat Paripurna Memperingati Hari Jadi ke-77 Provinsi Sumut

Ada juga yang berpendapat bahwa Pandeglang tidak seharusnya menjadi tempat pembuangan sampah bagi daerah lain, sementara masalah sampah di dalam daerah sendiri belum terselesaikan.

Bahkan beberapa hari lalu wakil bupati Pandeglang Iing dalam komprensi pers menyampaikan bahwa tumpukan sampah yang ada saat ini
itu peningalan pemimpin sebelumnya bukan tumpukan sampah diera dia saat ini .
Ini juga menimbulkan spekulasi ketidak mampuan pemkab Pandeglang yang tidak mampu menetralisir adanya tumpukan sampah yang ada sejak pemimpin sebelumnya,

bukankah sebelum menjadi wakil bupati Pandeglang saat dirinya mncalonkan diri menjadi wakil bupati sudah tau adanya permasalahan tersebut, bukanya itu diselesaikan bukan menambah kembali sampah dari Tangsel dengan volume 500 ton perhari,
ini bisa menimbulkan dampak yang sangat besar bagi lingkungan di sekitar TPA ungkap beberapa narasumber 29 juli 2025.
Pandeglang Koranpemberitaankorupsi.id
( A Sandora)

banner 600x600

Berita Terkait

Jalinsum Jadi “Jalur Maut”, Pengerukan Aspal Dibiarkan, Nyawa Melayang di Sumber Jaya
Diduga Jadi “Sarang Narkoba”, Lapas Kayuagung Diguncang Isu Suap Rp200 Juta: Oknum KPLP YP Diseret ke Pusaran Skandal
Retret di Akmil, Ketua DPRD Empat Lawang Digembleng: Siap Tegas Kawal Kekuasaan atau Sekadar Seremonial?
Dana BOS Rp45 Juta di SDN Mandaling Cikembar Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan
Free Nutritious Meal Programme: A Strategic Engine for Indonesia’s Economic Power and Global Competitiveness
Dana BOS Rp232 Juta di SDN 1 Citamiang Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan
Baru Seumur Jagung, Jembatan Desa Gobang Ambruk! Dalih “Bencana Alam” Picu Tanda Tanya Publik
Dana Desa Rp1,72 Miliar di Sirnagalih Diduga Jadi Bancakan, LBHK-Wartawan Jabar Siap Laporkan Kades ke Tipikor!

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:40 WIB

Jalinsum Jadi “Jalur Maut”, Pengerukan Aspal Dibiarkan, Nyawa Melayang di Sumber Jaya

Sabtu, 18 April 2026 - 14:42 WIB

Diduga Jadi “Sarang Narkoba”, Lapas Kayuagung Diguncang Isu Suap Rp200 Juta: Oknum KPLP YP Diseret ke Pusaran Skandal

Sabtu, 18 April 2026 - 14:35 WIB

Retret di Akmil, Ketua DPRD Empat Lawang Digembleng: Siap Tegas Kawal Kekuasaan atau Sekadar Seremonial?

Sabtu, 18 April 2026 - 03:01 WIB

Free Nutritious Meal Programme: A Strategic Engine for Indonesia’s Economic Power and Global Competitiveness

Sabtu, 18 April 2026 - 01:33 WIB

Dana BOS Rp232 Juta di SDN 1 Citamiang Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan

Berita Terbaru