Lampung Utara – MediaViral.net
Jumat, 21 November 2025.
Kunjungan reses anggota DPRD Kabupaten Lampung Utara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rafles Susanto, S.H., M.H., di Desa Sindang Agung, Kecamatan Tanjung Raja, berubah menjadi forum dialog publik yang dinamis. Sekitar 70 warga memadati balai desa sejak pagi, menjadikan kegiatan serap aspirasi tersebut penuh energi dan interaksi langsung antara wakil rakyat dan konstituennya.
Aspirasi Mengalir: Infrastruktur, Pelayanan Publik, hingga Pertanian

Begitu sesi dialog dibuka, warga langsung menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini belum terselesaikan. Kondisi jalan utama desa yang berlubang dan rawan kecelakaan menjadi keluhan pertama yang mencuat. Selain itu, warga juga mengangkat persoalan akses air bersih, bantuan pertanian yang tidak merata, dan proses pengurusan administrasi yang dinilai rumit serta lamban.
Beberapa ibu rumah tangga bahkan menuturkan kekhawatiran mereka terkait tingginya biaya pendidikan dan kebutuhan dasar yang semakin membebani perekonomian keluarga.
“Kalau tidak begini, kami tidak tahu harus mengadu ke siapa. Karena itu kami berharap suara kami benar-benar dibawa ke tingkat pemerintah daerah,” ujar salah satu warga.
Figur Rafles Dinilai Membangun Kedekatan Tanpa Sekat
Dalam forum ini, sosok Rafles Susanto mendapat banyak apresiasi. Warga menyebut ia sebagai satu dari sedikit anggota dewan yang hadir tanpa jarak, mau mendengar keluhan panjang masyarakat, dan tidak membedakan status sosial siapa pun yang datang menyampaikan aspirasi.
Kehadirannya yang sederhana dan dialogis membuat warga merasa lebih nyaman. Beberapa peserta bahkan menyatakan bahwa reses bersama Rafles selalu menjadi kegiatan yang ditunggu, karena diskusi berlangsung jujur dan tidak formalitas.
“Pak Rafles ini kalau duduk bersama warga tidak pernah canggung. Itu yang membuat kami merasa didengarkan,” kata seorang tokoh desa.
Rafles Tegaskan: Reses Bukan Seremonial, Melainkan Tanggung Jawab Politik
Menanggapi seluruh aspirasi yang mengalir, Rafles menegaskan bahwa reses adalah amanat undang-undang yang harus dijalankan secara serius. Ia mengatakan bahwa penyusunan program pembangunan tidak boleh hanya mengandalkan laporan di atas kertas, tetapi harus dibangun dari suara riil masyarakat.
“Saya selalu ingin memastikan satu hal: bahwa suara warga Sindang Agung tidak berhenti di forum ini. Seluruh catatan akan saya bawa ke rapat-rapat resmi. Kita akan dorong pemerintah daerah untuk memberi solusi,” ujarnya.
Rafles juga menilai masih ada sejumlah program yang perlu evaluasi agar lebih tepat sasaran, terutama terkait bantuan pertanian dan perbaikan infrastruktur desa.
Reses Ditutup dengan Optimisme dan Harapan Tindak Lanjut
Acara yang berlangsung lebih dari dua jam ini ditutup dengan sesi tanya jawab bebas. Banyak warga menyampaikan harapan agar aspirasi yang sudah mereka titipkan segera mendapat tindak lanjut. Mereka berharap ada pelaporan perkembangan—setidaknya pada reses berikutnya—agar proses penyampaian aspirasi tidak berhenti sebagai janji politik semata.
Meski banyak keluhan yang disampaikan, suasana reses tetap berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dialog yang terbuka dan menyeluruh membuat warga merasa memiliki ruang untuk bersuara tanpa rasa sungkan.
Kegiatan reses di Sindang Agung kali ini menjadi salah satu potret bagaimana peran wakil rakyat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat ketika komunikasi dibuka lebar dan aspirasi dihargai sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. (mediaviral.net)










